Berita NTT
Pelaut Rote Tak Jera ke Australia Sekalipun Ditangkap
Adanya bos atau pengepul seperti ini, kata dia, yang juga perlu diawasi untuk menekan kasus pelanggaran perbatasan wilayah kelautan.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pelaut asal Rote, Nusa Tenggara Timur tidak jera mengambil hasil laut seperti teripang di Australia sekalipun sering ditangkap aparat keamanan.
Para nelayan itu sering melanggar batas laut negara tetangga itu karena terbawa arus ataupun dengan sengaja.
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin menyebut, tindakan itu karena ada tauke alias cukong.
Kendati sudah berulang kali dilarang maupun tertangkap, pencari hasil laut asal Indonesia ini justru tidak kapok. Kenekatan itu ada 'orang' dibelakang para nelayan.
Baca juga: Nelayan Rote Ndao yang Alami Kecelakaan di Australia Telah Berkumpul Kembali dengan Keluarga
"Kehadiran tuake, kehadiran pengepul, yang memberikan modal bagi nelayan kita untuk mencari teripang yang akhirnya di luar kategori nelayan kecil," kata Adin Nurawaluddin, dikutip Kamis 19 Oktober 2023.
Adanya bos atau pengepul seperti ini, kata dia, yang juga perlu diawasi untuk menekan kasus pelanggaran perbatasan wilayah kelautan.
"Kita jaga supaya kasus pelintas batas ini bisa kita tekan untuk menjaga saling menghormati antara Indonesia dan juga Australia dalam hal penjaga wilayah perbatasan," ungkap dia.
Dia berharap dan meminta dukungan Pemerintah Australia dalam memberi semacam program peluang pekerjaan bagi nelayan Rote.
Baca juga: BREAKING NEWS: Tim SAR Kupang Evakuasi 12 Nelayan Rote Ndao yang Alami Celaka di Perairan Australia
"Supaya mereka tidak tertarik menyeberang karena dia bisa mendapatkan suatu program, suatu usaha, tanpa harus berisiko di lintas batas," sebut Adin.
Namun saat ini program dimaksud belum ada yang spesifik, lanjut dia, akan tetapi ada beberapa kegiatan berkaitan yang sudah diprogramkan kepada nelayan di Pulau Rote.
"Itu untuk menumbuhkan pemahaman tentang perbatasan laut tadi seperti apa," lanjutnya lagi.
Pemerintah Indonesia melalui KKP juga memberikan masukkan kepada Australia terkait penindakan terhadap nelayan yang tak kapok melanggar ke sana.
Selama ini Australia menindak nelayan Rote Ndao yang melanggar perbatasan laut lebih kepada tindakan antisipasi penyebaran penyakit menular karena devisa Australia berasal dari peternakan kemudian pertanian.
Baca juga: Kapolres Rote Ndao Pimpin Sertijab Tiga PJU Polres dan Lantik Kasat Tahti
"Mereka menangani pelintas batas ilegal karena ada sesuatu yang mereka harus protect sehingga mereka sangat mengantisipasi adanya pendatang ilegal," ungkap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/lanal-rote.jpg)