Berita Lembata

Forum PRB Lembata Minta Pembangunan Pelabuhan Tak Korbankan Tanaman Mangrove

Achan Raring, Benediktus Assan dan Anton Leumara mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata di dalam kompleks pelabuhan.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Peninjauan lokasi bakau yang berada persis gerbang pelabuhan, Senin, 16 Oktober 2023 oleh forum PRB Kabupaten Lembata di Pelabuhan Syahbandar Lewoleba 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Pembangunan dan perluasan kawasan Pelabuhan Lewoleba berdampak pada penggusuran sejumlah tanaman mangrove di pintu gerbang pelabuhan. Situasi ini membuat sejumlah aktivis yang tergabung dalam forum Pengurangan Risiko Bencana atau PRB Kabupaten Lembata melayangkan surat kepada pemerintah daerah Kabupaten Lembata. Bakau merupakan tanaman yang dilindungi dan berfungsi salah satunya untuk mencegah abrasi pantai.

Pada Senin, 16 Oktober 2023, Achan Raring, Benediktus Assan dan Anton Leumara mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata di dalam kompleks pelabuhan. Mereka meminta pembangunan dan pelebaran pelabuhan tidak mengorbankan tanaman bakau yang sudah ada.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata Mans Wutun pun berkoordinasi dengan Kepala Syahbandar Lewoleba Desmon Saterdi Menno supaya bisa mencari jalan keluar terbaik mengatasi masalah tersebut. Pada prinsipnya, bakau yang tersisa harus bisa diselamatkan.

Baca juga: Santri Ganjar Bersama Warga Bangun Ruang Kelas yang Sehat Bagi Siswa MTs An Nur di Lembata

Achan Raring memang pantas geram. Dia merupakan salah satu orang yang ikut menanam bakau di gerbang pelabuhan tersebut beberapa tahun lalu. Dia menyebutkan perlindungan tanaman bakau juga sudah termuat dalam keputusan Menteri Lingkungan Hidup. Bakau (mangrove) merupakan tanaman yang sangat lambat tumbuh tapi fungsinya untuk manusia sangat luar biasa.

“Perjuangan kami terhadap perlindungan hutan mangrove ini sudah banyak sekali dilakukan dan hampir tidak ada yang sampai pada tahap penyelesaian yang komprehensif,” kata Achan.

Dia sempat menyebut beberapa kasus perusakan bakau di beberapa tempat di Lembata seperti di Mingar dan Merdeka.

Baca juga: Rakor Pengelolaan Kehumasan Pengawasan Pemilu Lembata: Publikasi Jadi Penentu Suksesnya Pemilu

Mangrove punya fungsi yang sangat besar untuk lingkungan hidup, termasuk juga perannya untuk menyerap karbondioksida yang dilepaskan dari aktivitas manusia. Maka, mangrove ini erat kaitannya dengan perubahan iklim dan cuaca pendidihan global yang dialami masyarakat sekarang.

“Bakau ini tanaman yang paling baik mengurai gas nitrogen hari ini. Dan itu tempat hidup, tempat berkembangbiak telur-telur ikan. Di mana-mana orang merindukan ruang terbuka hijau dan di sini masih ada ruang itu. Kami hanya melihat dari sisi lingkungan,” papar mantan pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata ini.

“Terima kasih kepada pemerintah yang terus melakukan pembangunan di Lembata khususnya di bidang perhubungan laut. Kita tidak anti pembangunan, kita mau pembangunan yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, ‘bukan karena alasan pembangunan kita mengabaikan kaidah-kaidah pembangunan.’

Baca juga: CRS dan Pemda Lembata Bahas Perubahan Iklim, Benediktus: Kita Sudah di Fase Pendidihan Global

Pertemuan di ruangan Kepala Syahbandar Lewoleba berlangsung hampir sejam. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Christian Rimbaraya dan beberapa stafnya juga hadir dalam pertemuan. Usai pertemuan, bersama pihak kontraktor, mereka pun langsung meninjau lokasi mangrove yang berada persis gerbang pelabuhan.

Tampak, beberapa tanaman mangrove memang terpaksa digusur dengan eksavator untuk kepentingan tanggul penguat badan jalan.

Masalah ini pun langsung ditindaklanjuti pihak kontraktor. Penggusuran itu dilakukan untuk membangun fondasi untum membangun tanggul penguat badan jalan saja. Kepala Syahbandar Desmon pun meminta kepada pihak kontraktor untuk tidak menggali fondasi lagi dengan alat berat.

Siap Tanam Ulang Bakau

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved