KKB Papua
Prajurit TNI Polri Pernah Kepung Egianus Kogoya, Tapi Rencana Serangan Dibatalkan Gegara Ini
Prajurit TNI Polri ternyata pernah mengepung Egianus Kogoya, pimpinan KKB Papua yang hingga kini masih menyandera pilot Susi Air. Begini kisahnya.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Prajurit TNI Polri ternyata pernah mengepung Egianus Kogoya, pimpinan KKB Papua yang hingga kini masih menyandera pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Merthens di Tanah Papua.
Pengepungan dilakukan, setelah prajurit kebanggaan NKRI tersebut mengetahui tempat persembunyian KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga.
Fakta ini dibeberkan Menko Polhukam, Mahfud MD dalam sebuah video yang hingga kini viral di media sosial. Video itu berisi pernyataan yang menyebutkan bahwa prajurit TNI Polri pernah mengepung KKB Papua tapi serangan dibatalkan gegara faktor non teknis.
Diungkapkannya, peristiwa pengepungan itu dilakukan, setelah diketahui titik koordinat keberadaan pilot berkewarganegaraan Selandia Baru yang disandera Egianus Kogoya bersama komplotannya tersebut.
Bahwa ketika posisi itu diketahui, prajurit TNI Polri langsung mengambil sikap untuk mengepung lokasi tersebut. Langkah itu diambil supaya pilot tersebut jangan terlalu lama dikerangkeng KKB Papua.
Namun ketika posisi prajurit sudah semakin dekat dengan keberadaan pilot Susi Air pada titik koordinat yang dituju, pemerintah Australia meminta agar pembebasan pilot harus mengutamakan keselamatan semua pihak tanpa kecuali.
Atas permintaan itulah, prajurit TNI Polri pun mundur dan langkah berikutnya adalah mengupayakan pembebasan sang pilot dengan mengedepankan negosiasi.
Negosiasi pembebasan pilot Philis Mark Merthens itu, kata Mahfud MD, dilakukan sampai dengan saat ini. Pihaknya berharap agar upaya itu segera memperlihatkan hasil, sehingga Kapten Philips segera kumpul kembali bersama keluarga.
Sementara Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mengedepankan negosiasi. Ini merupakan langkah tepat karena dengan begitu pilot tersebut bisa dibebaskan tanpa ada korban jiwa.
Baca juga: Kini Terkuak, Senjata Api Milik KKB Papua Mulai Berkurang, Pangdam Cenderawasih Bilang Begini
Negosiasi tersebut, katanya, dilakukan berbagai pihak, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, keluarga Egianus Kogoya maupun Penjabat Bupati Nduga, Edison Gwijangge.
Hingga saat ini, katanya, negosiasi tersebut terus dilakukan. Pihaknya berharap agar semuanya berjalan tanpa halangan, dan pilot tersebut segera dibebaskan.
Kapolda Papua juga tidak memberikan batas waktu sampai kapan negosiasi tersebut dilakukan. Hanya saja pihaknya meminta agar Egianus Kogoya segera membebaskan yang bersangkutan demi kemanusiaan.
Ia membenarkan bahwa sampai sekarang komunikasi dengan KKB Papua itu terus dilakukan. Komunikasi tersebut untuk satu tujuan, yakni mendapatkan kembali pilot Philips Mark Merthens dalam kondisi sehat dan selamat.
Kapolda Papua itu tidak mengungkapkan tuntutan terbaru kelompok penyandera tersebut. Pihaknya hanya menyinggung bahwa tuntutan merdeka, maupun tuntutan akan senjata api tak akan mungkin dikabulkan.
Ia juga meminta Egianus Kogoya, agar selama menyandera pilot tersebut, jaga selalu kesehatannya. Sejauh pantauannya, pilot tersebut masih hidup dan tetap sehat walau kondisinya tak lagi fresh seperti dulu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.