Berita Manggarai

Bupati Hery Bacakan Surat Cinta Umat kepada Gembala saat Pentahbisan Diakon di Ruteng 

Bupati Herybertus Nabit seusai perayaan Ekaristi Kudus, membacakan sebuah surat pendek “Jangan Tinggalkan Kami (Surat Cinta Umat Kepada Gembala)

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
TAHBISAN- Bupati Manggarai Herybertus GL.Nabit saat membawa sambutan pada pentahbisan imam di Gereja Katedral Ruteng, Senin 16 Oktober 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Charles Abar 

POS-KUPANG.COM,RUTENG - Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit, menghadiri Tahbisan 8 orang Diakon yang ditahbiskan menjadi Imam oleh Uskup Ruteng Mgr.Siprianus Hormat,pr bertempat di Gereja Katedral Ruteng, Senin 18 Oktober 2023.

Kelima orang Diakon yang ditahbiskan tersebut, diantaranya, Diakon Elias N .D Ambut asal Rentung, Diakon Daniel Dagur asal Kusu, Diakon Agustinus Sunday Cakputra asal Ruteng, Diakon Agustinus Asman asal Sesa, Diakon Hyronimus Ario Dominggus asal Poco, Diakon Daniel Abdineri Ngabut asal Ruteng, Diakon Hedwig Sunardy Nambung asal Ruteng dan Diakon Oktavianus Pelagian Ranta asal Pagal.

Bupati Herybertus Nabit seusai perayaan Ekaristi Kudus, membacakan sebuah surat pendek “Jangan Tinggalkan Kami (Surat Cinta Umat Kepada Gembala)

Baca juga: Bupati Hery Nabit Launching Pasar Murah di Gendang Tenda Ruteng

Surat pendek ini, ditulis oleh Dina Finiel Habeahan dalam blog Kompasiana, sebuah blok milik harian Kompas.

Berikut petikan Surat pendek tersebut :

Di kala tuntutan kami lebih mendominasi daripada tuntutanmu, jangan tinggalkan kami.

Kami rindu mendengar suaramu, yang menggemakan panggilan sang Gembala Agung, yang anda hadirkan secara nyata kepada kami.

Akhir-akhir ini, suaramu yang meneguhkan,sudah dibisukan dan dihanyutkan oleh hiruk pikuknya dunia yang membingungkan ini. Padang rumput hati kami yang begitu segar dan subur oleh lantunan suaramu, sekarang dihimpit oleh panasnya bara materialisme, hedonisme, kebencian dan keraguan.

Baca juga: Kelompok Tani di Manggarai Dapat Bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian

Hanya suaramu yang menyatu dengan suara Gembala Agung, bisa menghantar kami sekali lagi ke padang rumput yang hijau . Jangan tinggalkan kami. Ratu kegelapan mengelabui pikiran menakutkan kawanan domba, memaksa kami menyatu, namun tidak pasti ke mana arah yang kami jalani.

Dalam aram temaram masa kini menghadapi pelbagai cobaan hidup, tuntun dan dampingilah kami. Jangan tinggalkan kami.

Adalah fakta bila ada begitu banyak kepala keluarga yang menelantarkan keluarganya, namun menjadi pertanyaan, mengapa Pastor meninggalkan umatnya?

Apakah akibat tekanan-tekanan dunia moder dan nilai hidup yang sudah banyak berubah, sehingga lebih mengutamakan kebutuhan pribadi daripada kebutuhan umat? Jangan tinggalkan kami.

Baca juga: Bupati Manggarai Pantau Pembangunan Irigasi Air Tanah Bagi Petani Horti di Wae Rii

Kami umatmu akan tetap mendoakan para imam kami, supaya tetap sehat dan semangat dalam perjuangan atas suka duka kehidupan serta diberi kebijaksanaan untuk menghantarkan kami agar semakin lebih dekat kepada Allah. Dan kami juga akan memotivasi dan mendorong semoga para kaum muda mengikuti jejakmu menjadi gembala bagi kawanan yang dipercayakan ALLAH dan pekerja di kebun anggur Tuhan. Jangan tinggalkan kami.

Seorang Bapa rumah tangga adalah seorang pencari nafkah yang ulung dalam keluarganya. Seorang Imam adalah pemberi nafkah dalam Ekaristi dan kerohanian umat. Jangan tinggalkan kami. Kami menyapa anda “Bapa dan kami adalah keluargamu

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved