Berita Manggarai
Bupati Hery Nabit Launching Pasar Murah di Gendang Tenda Ruteng
Pemkab Manggarai gandeng Bulog Ruteng, galakan Pasar Murah dengan harga di bawah harga pasar. Bulog menyiapkan 2 ton dengan sasaran 200 lebih kk.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
POS-KUPANG.COM, RUTENG - Bupati Manggarai Hery Nabit melauncing Pasar Murah di Gendang Tenda, Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong. Pergelaran pasar murah ini sebagai bentuk upaya pemerintah dalam meredam lonjaknya harga beras di pasaran.
Pemkab Manggarai gandeng Bulog Ruteng, galakan Pasar Murah dengan harga di bawah harga pasar. Bulog menyiapkan 2 ton dengan sasaran 200 lebih kepala keluarga.
Pada kesempatan itu, Bupati Hery menyatakan kenaikan harga beras merupakan sumbangan inflasi tertinggi di Manggarai. Untuk itu pemerintah terus berupaya melakukan intervensi melalui operasi pasar murah.
Selain itu, bantuan beras gratis juga terus disalurkan kepada masyarakat baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten.
Baca juga: Dukung MPP, Pemkab Manggarai Lakukan Penandatanganan PKS dengan Instansi Vertikal
"Kita tau harga beras sudah merangkak naik, bulan ini sudah masuk 14.500 per kg. Kenaikan beras menjadi penyumbang tertinggi untuk inflasi kita di kabupaten Manggarai, karena itu kita melakukan intervensi dengan pasar murah. Bulan ini juga ada begitu banyak bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten yang sifatnya gratis, lalu hari ini pasar murah, meskipun dibeli tapi kita beli dibawah harga pasar, dengan harga 10.600 per kilo gram," ujar Bupati Hery, usai menyerahkan secara simbolis beras murah di Gendang Tenda Ruteng, Selasa 26 September 2023 siang.
Kenaikan harga beras kata Bupati Hery dipicu oleh dua hal yaitu kerena musim kering yang panjang sehingga mempengaruhi suplay dan tingginya akan permintaan beras sementara sisi lain ada suplay terbatas.
Untuk manggarai lanjut Bupati Hery, tahun ini memang ada perbaikan irigasi Wae Mantar Dua di Satar Mese, sehingga mempengaruhi pola tanam. Persis kata Bupati Hery, musim tanam akan kembali normal di wilayah itu dimulai Oktober mendatang.
Baca juga: Anak Pondok Pesantren Fatibra Qulbassalim Borong Dapat Buku Literasi Dari Polres Manggarai Timur
"Suplay terkendala kerena sebagian sawah di Satar Mese tidak bisa ditanami. Hal itu karena irigasi wae mantar dua sedang diperbaiki, sehingga praktis bulan ini tidak bisa panen. Irigasi ini akan kembali dialiri air pada Oktober mendatang," terang Hery Nabit.
Kemudian dari sisi demand, atau permintaan, stok beras terhalangi kerena permintaan lagi tinggi. Hal itu disebabkan semua kampung di manggarai puncak acara itu ada di bulan Agustus dan September.
Acara itu macam-macam, mulai dari acara adat, pesta nikah, pesta sekolah dan pesta sambut baru. Sehingga permintaan untuk beras sangat tinggi pada bulan ini. Sisi lain suplay terbatas.
Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Pengajar PAUD, Pemkab Manggarai Siap MoU Dengan Universitas Terbuka Kupang
Namun terlepas dari itu, Pemkab akan akan terus berupaya mengambil langkah tepat baik jangka panjang maupun jangan pendek.
Langkah pendeknya akan membantu masyarakat dengan operasi pasar dan bantuan beras gratis.
"Kita akan tetap berusaha untuk kerjasama dengan bulog, fasilitasi pasar murah, juga ada bantuan dari pemerintah pusat berupa bantuan gratis, kita juga punya cadangan beras yang selama ini simpan di bulog, " kata Bupati Hery.
Peran pemerintah Desa juga akan dimaksimalkan dengan menyalurkan bantuan melaui pengeluaran tak terduga dalam meminimalisir dampak akan kenaikan harga beras. (cr2)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.