Berita Belu
Wabup Aloysius Ingatkan Peran Keluarga Sangat Penting Dalam Penanggulangan HIV dan AIDS
Sementara Area Manager, Yosafat Ican mengatakan, kegiatan workshop ini melibatkan para stakeholder dari Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - CD Bethesda Yakkum Yogyakarta area Belu menggelar workshop perumusan rencana aksi kelurahan untuk penanggulangan HIV dan AIDS berbasis hasil kunjungan SALT bertempat di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Sabtu, 14 Oktober 2023.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens, Wakil TP PKK Belu, Rinawati Haleserens, Camat Tastim, Kepala Desa Silawan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, Ketua PKK Kecamatan dan Desa, KDS dan WPA Silawan dan Kepala Puskesmas Silawan.
Wakil Bupati Belu, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa meningkatnya kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Belu ditengarai masih tingginya mobilitas penduduk, meningkatnya jumlah pekerja seks dan murah, pengiriman TKI tanpa dibekali informasi HIV dan AIDS cukup.
Baca juga: Polres Belu Gelar Sispamkota, Kapolres AKBP Simanjuntak Sebut Persiapan Pengamanan Pemilu 2024
Menurut Wakil Aloysius bahwa pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan, Puskesmas dan KPA Kabupaten Belu terus melakukan terobosan untuk mencegah penyebaran HIV. Selain itu juga peran keluarga juga sangat penting dalam pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS
"Hanya saja upaya yang dilakukan belum optimal karena terbatasnya sumber-sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu, kehadiran CD Bethesda Yakkum melalui Program Pengendalian HIV dan AIDS secara Terpadu sebagai upaya mendukung kerja-kerja pemerintah daerah dalam pengendalian HIV dan AIDS. Salah satu kegiatannya memperkuat kader Warga Peduli AIDS (WPA) di desa dan kelurahan dengan pendekatan SALT," ujar Wakil Aloysius.
Karena Itu, kata Aloysius bahwa Kabupaten Belu sebagai Kabupaten yang tertinggi kedua kasus HIV dan AIDS dan kasus kematian tertinggi di NTT, diperlukan dukungan dan sosialisasi yang terus di tingkatkan dari semua stakeholder, terutama dukungan dari lingkungan keluarga.
Baca juga: BREAKING NEWS: Reskrim Polres Belu Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Motor
"Saya berharap agar saudara-saudari kita yang terinfeksi HIV dan AIDS, tidak seharusnya kita jadikan mereka sebagai orang-orang yang harus kita hindari dan jauhi. Justru sebaliknya kita harus berdayakan mereka untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan,” ungkap Wabup Aloysius.
Wabup Belu juga mengingatkan, agar semua elemen masyarakat ikut melakukan pencegahan dan senantiasa melakukan pendampingan, dengan cara memberdayakan mereka secara optimal.
Sementara Area Manager, Yosafat Ican mengatakan, kegiatan workshop ini melibatkan para stakeholder dari Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur.
“Kita berharap dari hasil workshop ini akan ada rumusan berkaitan dengan strategi peran yang bisa di lakukan bersama dalam konteks penanganan HIV dan AIDS ke depan terutama di daerah basis,” katanya.
Baca juga: Cegah Penularan TBC, 176 WBP Lapas Atambua Terima Layanan Kesehatan ACF X-RAY
Disampaikan dia, bahwa SALT adalah metode pendekatan Berbasis Aset (berupa Manusia, Sosial, Alam, Fisik, Spiritual dan Ekonomi), dimulai dari apa yang terbaik (kekuatan, potensi) yang dimiliki masyarakat.
"Pendekatan ini relatif berbeda dengan pendekatan yang dilakukan banyak kalangan selama ini. Lembaga-lemabaga peduli HIV dan AIDS cenderung berkonsentrasi kepada permasalahan yang dihadapi oleh ODHIV dan Kelompok Rentan, belum berangkat dari potensi yang dimiliki oleh mereka dan keluarganya," tuturnya.
"Kunjungan SALT yang telah dilakukan oleh Tim SALT untuk memotret potensi, perhatian, harapan dan cita-cita dari keluarga ODHIV maupun kelompok rentan di masyarakat. Hal ini juga merupakan salah satu upaya untuk melihatkan ODHIV dan Kelompok Rentan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi kegiatan dan kebijakan pengendalian HIV dan AIDS di tingkat desa/kelurahan serta memberikan dukungan bagi ODHIV dan keluarganya," tambahnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Reskrim Polres Belu Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Motor
Sehingga, dengan adanya kegiatan ini, bisa memberikan informasi dan gambaran kepada peserta tentang hasil kunjungan SALT yang mencakup potensi, harapan dan rencana ke depan ODHIV, OHIDHA dan kelompok rentan bersama keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Wabup-Belu-soal-stunting.jpg)