Berita Kota Kupang

Yumima Tuma, Mantan TKW yang Coba Keberuntungan di Air Sagu Noelbaki

salah satu pelanggan yang membeli jagung rebus Yumima menyampaikan jagung yang dijual Yumima rasanya enak dan gurih.

Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
JUALAN - Yumima (topi pink) sedang duduk di dekat jualannya bersama pengunjung di Air Sagu Noelbaki, Minggu 8 Oktober 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Cuaca siang di Kota Kupang terasa panas. Rasa-rasanya siang yang panas bagus juga untuk berendam di kolam. 

Salah satu tempat wisata di Kabupaten Kupang yang cocok untuk wisata air yaitu Air Sagu Noelbaki, tepatnya berada di antara perbatasan Noelbaki dengan Tarus, di belakang Sekolah SMP-SMA Reformasi.

Ketika hendak menikmati keindahan alam di Air Sagu Noelbaki, tampak senyum hangat seorang perempuan paruh baya yang sedang menjajakan jualannya di sekitaran kolam menarik perhatian saya dan pengunjung lainnya.

Dia adalah Yumima Tuma (55) seorang janda asal Noelbaki yang menjajakan dagangannya di tepi kolam Air Sagu.

Baca juga: Warga Batuplat Kota Kupang Minta Lampu Jalan dan Perbaiki Jalan Air Sagu

Sembari menikmati keindahan di Air Sagu, saya pun berbincang-bincang bersama dengan Yumima.

Yumima adalah ibu dari lima orang anak. Namun, dua orang anak dan suaminya telah meinggal dunia dan dia juga telah berpisah dengan suaminya.

Yumima perempuan asli Timor Tengah Selatan dengan tahun kelahiran 1968 ini, pernah bekerja ke Timor Leste pada tahun 1999 menjadi seorang Babby Sister, dia bekerja selama 5 tahun. Namun, karena kerusuhan akhirnya dia pun memutuskan kembali ke Kupang pada tahun 2004.

Yumima bercerita, pada tahun 1999, ia sudah berstatus sebagai janda dan waktu itu terpaksa untuk menghidupi ketiga anaknya sendiri.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun yang sama yaitu 2024, ia pun memikirkan untuk harus terus bekerja. Lalu, dia memutuskan mengadu nasib sebagai TKW ke Malaysia menjadi pembantu rumah tangga selama tiga tahun. Dia pun Malaysia ikut bersama orang Ambon tanpa sepengetahuan anak-anaknya.

"Saya berangkat sendiri, tidak kasih tahu anak-anak. Kalau kasih tahu anak-anak takut larang. Anak-anak masih kecil-kecil, untung waktu itu masih ada mama (oma dari anak-anaknya)," ungkap Yumima.

Setelah selesai kontrak selama tiga tahun, Yumima pun pulang kampung (Kupang) pada tahun 2007. Karena Yumima merupakan TKW legal, sehingga dipermudahkan jalan pulang dan seluruh biaya transportasi ditanggung majikannya, walaupun sebenarnya majikannya tidak rela berpisah dengannya.

"Mereka tidak mau saya pulang, tapi saya tidak mau,"lanjutnya.

Baca juga: Tim Jatanras Polresta Kupang Kota Bekuk Tersangka RT, Pelaku Begal di Kota Kupang

"Kerja di sana kebiasaan di rumah tangga ya masak, cuci pakaian, mereka yang holiday, kita yang jaga rumah,"kata Yumima Tuka saat ditemui di Air Sagu Noelbaki pada Minggu, 8 Oktober 2023.

Sepulangnya dari Malaysia, Yumima melamar menjadi asisten di Batu Nona, Kota Kupang, salah satu tempat wisata di Kota Kupang. Dia bekerja selama 14 tahun. Karena sakit, akhirnya dia memutuskan berhenti dan banting stir menjadi pedagang asongan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved