Berita Timor Tengah Selatan
Tingkatkan Keterampilan Pelaku UMKM, Bank NTT Beri Pelatihan bagi Warga Timor Tengah Selatan
Pemda Timor Tengah Selatan kata Sekda Sipa, sementara mempunyai penyertaan modal di Bank NTT sekitar Rp. 100 miliar.
Penulis: Adrianus Dini | Editor: Oby Lewanmeru
"Saya mengharapkan adanya keseriusan dari bapak ibu peserta selama pelatihan berlangsung, agar dapat mengimplematasikan pengetahuan yg diterima pada kesempatan ini," tuturnya.
"Semoga hasil pelatihan hari ini membawa manfaat yang besar bagi perkembangan usaha UMKM di kabupaten TTS," pungkasnya.
Selanjutnya, Sekda Kabupaten Timor Tengah Selatan, Drs. Seperius Edison Sipa, M.Si dalam arahannya sebelum membuka kegiatan ini menyampaikan, dukungan dan apresiasi bagi Bank NTT yang telah memfasilitasi kegiatan ini.
"Pemerintah daerah mengapresiasi kegiatan yang difasilitasi Bank NTT ini," katanya.
Sipa menyebut Bank NTT adalah Bank milik masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Sikapi Pemasangan Baliho Protes oleh Dokter ASN di RSUD SoE, 20 Pihak Terkait Akan Diperiksa
"Bank NTT adalah Bank kita. Karena ini adalah Bank pemerintah maka pemerintah betul-betul memberi perhatian dan dukungan, dengan kata lain ikut memfasilitasi kegiatan yang diselenggarakan Bank NTT," tandasnya.
Pemda Timor Tengah Selatan kata Sekda Sipa, sementara mempunyai penyertaan modal di Bank NTT sekitar Rp. 100 miliar.
"Salah satu sumber PAD kita berasal dari Bank NTT melalui penyertaan modal yang kita berikan. Bank NTT ini tidak hanya melayani nasabah untuk menabung, pinjam dan lain sebagainya, tetapi juga bertanggungjawab untuk bagaimana berupaya menekan inflasi. Ini juga menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat," tuturnya.
Dukungan pemerintah terhadap kegiatan ini, menurut Sipa tidak hanya sekedar untuk menambah keterampilan peserta, tetapi juga untuk mendorong peserta mewujudkan apa yang dipelajari.
Baca juga: APBD Perubahan Tahun 2023 Tidak Terlaksana Pemkab TTS Gunakan Perkada, Bupati Epy Beberkan Alasan
"Kegiatan-kegiatan UMKM seperti ini sangat kita dorong untuk membekali masyarakat agar tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi keterampilan yang dimiliki itu diwujudkan dalam usaha. Sebagai contoh UMKM binaan Bank NTT di Ajaobaki. Di sana ada olahan kripik, ada macam-macam minuman seperti jahe susu kunyit (Jasuku). Ada pula anggur pisang," katanya.
Dirinya menyebut contoh UMKM binaan Bank NTT tersebut potensial karena dekat tempat wisata Fatumnasi.
"Mudah-mudahan ada daerah ajaobaki kedua setelah pelatihan ini," imbuhnya.
Dirinya mengajak seluruh peserta untuk melihat potensi yang ada di daerah untuk dimanfaatkan. Untuk hal tersebut katanya kreativitas adalah poin yang perlu diasah.
Sipa menyebut ubi-ubian, pisang, asam bahkan motif tenunan adalah potensi daerah yang perlu dijaga dengan pengembangan yang kreatif sehingga laku di pasaran.
Baca juga: Permudah Wajib Pajak, Bank NTT cabang Soe Gelar Layanan Pembayaran PBB-P2 Secara Online
Dirinya menambahkan, Bank NTT tidak hanya sekedar memberikan keterampilan tetapi juga memberikan modal usaha.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.