Kamis, 30 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 28 September 2023, Siapakah Gerangan Dia Ini ?

kadangkala perasaan takut atau cemas itu bisa membawa orang untuk membangun benteng pertahanan diri agar apa yang ditakutkan itu tidak menimpa dirinya

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Edi Hayong
Foto Pribadi
RENUNGAN - Renungan Harian Katolik Kamis 28 September 2023 berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Siapakah gerangan Dia ini ?. 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Siapakah Gerangan Dia Ini ?.

Bruder Pio Hayon menulis Renungan Harian Katolik pada Hari Kamis Biasa XXV merujuk pada Bacaan I: Hag. 1:1-8 dan Injil: Luk.9: 7-9

Berikut ini teks lengkap Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD.

 Saudari/a yang terkasih dalam Kristus                                                                                                                                                                                                                                    

Salam damai sejahtera untuk kita semua. Ketakutan dan kecemasan akan bisa selalu menghantui siapa saja. Sebagai manusia, perasaan-perasaan seperti ini akan selalu muncul dalam kehidupan manusia pada umumnya.

Ketakutan atau kecemasan selalu muncul karena ada hal yang sedang ditakuti atau dicemaskan akan bakal terjadi. Biasanya ketakutan karena merasa diri hal itu akan menyerang diri atau status atau kedudukan atau perasaan manusia itu.

Maka kadangkala perasaan takut atau cemas itu bisa membawa orang untuk membangun benteng pertahanan diri agar apa yang ditakutkan itu tidak menimpa diri mereka.

Baca juga: Renungan Harian Katolik 27 September 2023, Memberikan Tenaga dan Kuasa

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 27 September 2023, Mengandalkan Tenaga dan Kuasa dari Yesus

Walaupun begitu, kadangkala secara tidak sadar bahwa sebenarnya kecemasan dan ketakutan itu hasil dari ciptaan dari alam bawah sadar sendiri dan bukan lahir karena dari dalam kesadaran diri.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Hari ini kita disajikan kembali dengan salah satu figur kontroversi yaitu Herodes. Dia dikenal sebagai penguasa yang tak pernah takut dengan siapa saja dan punya kuasa untuk bisa melakukan apa saja sesuai dengan keinginannya. Sebagai seorang penguasa wilayah, dia pasti akan selalu mau mempertahankan kekuasaannya.

Dan semua orang yang berkuasa dan mau terus berkuasa biasanya selalu memiliki kecenderungan untuk tetap mempertahankan kursi panasnya sampai ajal menjemput mereka. Ini yang biasa disebut sebagai “post power sindrom” yang dapat menyerang siapa saja yang duduk di tahkta kerajaan atau pimpinan yang memiliki banyak kuasa untuk melakukan apa saja.

Sifat dasar dari orang yang secara kuat mau mempertahankan terus posisi kekuasaannya, selalu dihinggapi ketakutan atau kecemasan tertentu yang mengancam posisi kursi kekuasaan mereka.  Maka secara psikologis, orang-orang seperti ini pasti akan sangat merasa terganggu ketika ada orang lain yang bisa “dianggap” sebagai ancaman untuk dapat mengganggu “stabilitas loci” yang dia genggam selama bertahun-tahun.

Hal inilah yang dialami oleh Raja Herodes ketika mendengar tentang Yesus yang sudah mulai dikenal di mana-mana secara khusus di wilayah kekuasaannya. Yesus yang bisa menyembuhkan orang, membangkitkan orang, memperbanyak roti, dan masih begitu banyak lagi, termasuk firman-firmanNya yang mengedepankan ajaran-ajaran baru yang akan bisa meruntuhkan kekuasaan atau kuasa atau pengaruh dirinya sebagai penguasa tunggal di wilayahnya.

Maka muncullah kecemasan atau ketakutan dalam dirinya yang diciptakannya sendiri karena merasa terancam oleh kehebatan dan semua mujizat yang dibuat oleh Yesus. Dan ketakutan atau kecemasannya adalah kursi kekuasaannya akan diambil oleh Yesus:  “Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini yang kabarnya melakukakn hal-hal besar itu?”

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 27 September 2023, Menjadi Panutan

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 27 September 2023,Tidaklah Cukup Bagiku untuk Mengasihi Tuhan

Ketakutan itu muncul karena merasa terancam akan kekuasaannya dapat diambil oleh orang yang mampu melaukan hal-hal besar. Sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa antar dirinya sebagai penguasa dan Yesus yang melakukan tugas perutusanNya bagi semua orang sesuai dengan kehendak BapaNya. Maka sebenarnya Herodes sendiri menciptakan ketakutan atau kecemasannya sendiri.

Begitulah juga dengan kita, kebanyakan dari kita lebih gampang merasa terancam karena ada orang lain yang terlihat lebih hebat atau lebih baik dari kita baik di tempat kerja atau teman-teman bermain dan biasanya juga di tetangga atau bahkan di dalam keluarga sendiri dimana antara sanak saudara pun masih saling curiga atau merasa terancam hanya karena ada keluarga yang terlihat lebih baik dan hebat.

Apalagi pada masa kampanye calon-calon pimpanan pusat sampai ke daerah. Orang-orang bisa saling membunuh hanya karena ketakutan atau kecemasan yang diciptakannya sendri hanya karena satu jabatan atau kekuasaan atau perbedaaan pilihan politik.

Kita sebagai manusia terlalu gampang jatuh dalam egoisme diri yang melahirkan begitu banyak ketakutan dan kecemasan akan sesuatu yang kita ciptakan sendiri.

Egoisme diri melahirkan juga kecenderungan untuk mempertahankan diri yang terlahir lewat ketakutan yang berlebihan karena merasa ego diri terancam oleh kehadiran orang lain apalagi yang memiliki banyak kelebihan.

Mari kita belajar untuk meredam ego diri kita agar kita terhindar dari ketakutan dan kecemasan yang kita ciptakan sendiri.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, Pertama: Allah menciptakan manusia selalu baik adanya dan membuat dirinya penting. Kedua, egoisme diri selalu membatasi diri kita terhadap keberadaan orang lain dalam hidup kita. Ketiga, ketakutan dan kecemasan dalam hidup biasanya lahir dari ciptaan diri kita sendiri dari alam bawah sadar kita sendiri.(*)

Lampiran Bacaan 28 September 2023

Bacaan I: Hag 1:1-8
Bangunlah rumah Tuhan, dan Aku akan berkenan menerimanya.

Pembacaan dari Nubuat Hagai:

Pada tahun kedua pemerintahan raja Darius,
pada hari pertama bulan keenam,
datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan nabi Hagai
kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda,
dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya:
"Beginilah sabda Tuhan semesta alam,
'Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya
untuk membangun kembali rumah Tuhan!"

Maka datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya:
Apakah sudah tiba waktunya bagi kalian
untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik,
sedang rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan?
Oleh sebab itu beginilah sabda Tuhan semesta alam,
'Perhatikanlah keadaanmu!
Kalian menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit.
Kalian makan, tetapi tidak sampai kenyang.
Kalian minum, tetapi tidak sampai puas.
Kalian berpakaian, tetapi badanmu tidak menjadi hangat.
Dan orang yang bekerja untuk upah,
ia bekerja tetapi upahnya ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang!'
Beginilah sabda Tuhan semesta alam, 'Perhatikanlah keadaanmu!
Maka naiklah ke gunung,
bawalah kayu dan bangunlah Rumah Tuhan.

Maka Aku akan berkenan menerimanya,
dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ'."

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b
R:4a
Tuhan berkenan akan umat-Nya.

*Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru!
Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh!
Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya,
biarlah Sion bersorak-sorak atas raja mereka!

*Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian,
biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!
Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,
Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.

*Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan,
biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur!
Biarlah pujian pengagungan Allah
ada dalam kerongkongan mereka;
itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil: Yoh 14:6

Akulah jalan, kebenaran dan hidup;
hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.


Bacaan Injil: Luk 9:7-9
Yohanes kan telah kupenggal kepalanya.
Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Ketika Herodes, raja wilayah Galilea, mendengar segala yang terjadi,
ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan,
bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.
Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali,
dan ada pula yang mengatakan,
bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit.
Tetapi Herodes berkata, "Yohanes kan telah kupenggal kepalanya.
Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?"
Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

Demikianlah sabda Tuhan.

Baca Renungan Harian Katolik lain silahkan KLIK di SINI

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved