Berita Flores Timur

Gerakan Satu Hari Tanpa Nasi di Flores Timur, Anggota DPRD Flotim: Bukan Solusi Atasi Inflasi

Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi, mengeluarkan surat edaran kepada semua masyarakatnya agar puasa makan nasi setiap hari Jumat

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
Ketua Komisi B DPRD Flores Timur, Rofinus Baga Kabelen tanggapi surat edaran Pemerintah Daerah hari Jumat tanpa nasi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi, mengeluarkan surat edaran kepada semua masyarakatnya agar puasa makan nasi setiap hari Jumat. Warga diimbau makan Makanan Lokal selain beras.

Surat Edaran Nomor : Distan KP.521/610/IX/2023 tentang Gerakan No Nasi Satu Hari Sehat Bahagia dan Aman (Nona Sari Setia) itu untuk menyikapi Inflasi daerah yang salah satu faktornya soal kenaikan Harga beras.

Imbauan hari Jumat puasa nasi itu menuai tanggapan dari Ketua Komisi B DPRD Flores Timur, Rofinus Baga Kabelen. Menurutnya, mengatasi inflasi dengan cara puasa nasi bukanlah sebuah solusi.

"Kalau tujuan untuk makan pangan lokal itu baik juga. Tetapi kalau tujuannya mengatasi inflasi kemudaian kelangkaan beras itu bisa diatasi, jalan keluarnya bukan seperti itu," katanya kepada wartawan, Sabtu 23 September 2023.

Baca juga: Perdana di Flores Timur, SMPS AWAS Hinga Selenggarakan Lokakarya Pendidikan Tingkat Sekolah

Rofinus memberikan masukan kepada Pemkab Flores Timur soal penataan pertanian yang menjadi sektor primer dan berkontribusi paling tinggi terhadap PDRB Flores Timur, bukan mengeluarkan himbauan yang dinilai kehabisan ide.

"Kontribusi PDRB 32 persen, jadi seperti apa konsep Pemerintah supaya sektor primer itu tidak hanya memperkuat PDRB, tetapi juga arahnya ke ketersediaan pangan yang cukup setiap tahun," tuturnya.

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) menerangkan pangan beras Flores Timur saat ini masih bergantung dari luar daerah melaui Bulog.

"Kapan baru berpikir tentang Flores Timur bisa mandiri pangan," pungkasnya.

Sehingga, demikian Rofinus, perencanaan sektor primer harus dilakukan lebih holistik dan sistematis, dimulai dari inventarisir lahan-lahan pertanian, termasuk pendataan potensi sektor kelautan dan perikanan.

Ia menambahkan, perhatian Pemda Flotim terhadap sektor pangan masih minim, padahal mayoritas hidup masyarakat setempat sangat bergantung dari sektor dimaksud. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved