KKB Papua
Jefry Wenda Tuding TNI Serang KKB Papua dengan Bom Bazoka, Video Tembakan Jadi Bukti
Jefry Wenda, Juru Bicara Petisi Rakyat Papua menuding prajurit TNI Polri menyerang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua dengan bom bazoka.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
Dari pantauan itulah diketahui ada pergerakan sekelompok orang tak dikenal yang berada tak jauh dari pos keamanan itu. Orang tak dikenal itu berada di tepi Sungai Brazza Yahukimo.
Atas fakta tersebut, para marinir di pos keamanan pun langsung mengambil langkah konrkrit. Mereka tiarap di balik barisan drom yang dipasang di tempat itu.

Benar saja. Hanya beberapa detik kemudian, pos keamanan itu pun dihujani dengan peluru. Tembakan dari anggota KKB Papua itu, dilakukan tanpa henti selama beberapa menit lamanya.
Meski demikian, tembakan itu sia-sia adanya. Karena prajurit TNI telah lebih dahulu mengambil tindakan antisipastif dengan tiarap di pos keamanan tersebut.
Apesnya, adalah anggota KKB Papua itu satu persatu jatuh ke pangkuan bumi pertiwi. Pasalnya, berinisiatif melakukan serangan, justeru yang terjadi malah sebaliknya. Mereka jadi bulan-bulanan dihajar oleh prajurit terlatih kebanggaan NKRI.
Dengan menggunakan senjata laras panjang, sekelompok orang yang tak dikenal itu, menghujani pos keamanan tersebut dengan tembakan beruntun. Dalam serangan bertubi-tubi itu, mereka habis-habisan menyerang pos marinir yang letaknya di dekat Sungai Brazza, Yahukimo tersebut.
Tak diketahui secara pasti, dari mana kelompok yang melakukan serangan mendadak tersebut. Tak diketahui pula siapakah yang memimpin penyerangan tersebut.
Baca juga: Serang Pos Marinir di Tepi Sungai Yahukimo, 5 Anggota KKB Papua Malah Ditemukan Tewas Mengenaskan
Namun dalam insiden baku tembak itu, prajurit angkatan laut kebanggaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) menorehkan hasil yang gemilang. Prajurit TNI dari Angkatan Laut itu berhasil memberikan tindakan tegas terukur.
Meski jarak antara anggota KKB Papua dengan para marinir di posko tersebut, terbilang cukup jauh, namun tembakan yang dilepaskan benar-benar tepat sasaran.
Dalam insiden tersebut, empat anggota KKB Papua dilaporkan tewas di tempat. Sedangkan satu korban lagi, ditemukan sehari berikutnya setelah dilakukan penyisiran sepanjang alur Sungai Brazza yang membelah Kabupaten Yahukimo itu.
Dengan demikian, dalam insiden itu terdapat lima anggota KKB Papua yang tewas merenggang nyawa. Para korban itu kini telah dimakamkan di tempat pemakaman umum Yahukimo.
Fakta tentang insiden baku tembak itu, kini viral di jagat maya. Bahkan kabar tentang peristiwa mengerikan tersebut, sempat menjadi salah satu trending topik di Tanah Air.
Dari video viral itu, terdengar bunyi tembakan di kejauhan, yang dibalas pula dengan muntahan amunisi dari moncong senjata laras panjang kepunyaan marinir.
Dalam insiden baku tembak itu, para marinir yang bertugas di Pos Keamanan, hanya bersembunyi di balik barisan drom yang berada di bagian depannya.
Sambil tiarap, marinir itu sesekali melepaskan tembakan. Tembakan itu baru dilepas, setelah marinir itu mencoba mengamati pergerakan anggota KKB Papua melalui kamera teropong yang dipasang pada senjata siap tembak itu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.