Berita NTT

Akademisi Sebut Tidak Dibukanya Formasi CPNS 2023 Berpengaruh Terhadap Angka Pengangguran Aktif

dimana permainan kotor dalam penerimaan tenaga kontrak, hingga perekrutan tenaga-tenaga sejenis di banyak kantor pemerintah,

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-ISTIMEWA
Mikhael Rajamuda Bataona 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Akademisi dari Universitas Widya Mandira atau Unwira Kupang, Mikhael Rajamuda Bataona menyebut tidak dibukanya formasi untuk CPNS tahun 2023 di seluruh NTT tentunya akan berpengaruh terhadap angka pengangguran aktif. 

Menurut dia, karena bagaimana pun juga jumlah pencari kerja di semua Kabupaten/Kota di NTT sangatlah banyak jumlahnya. 

"Hampir setiap tahun, semua Universitas di NTT mewisuda tamatannya dalam jumlah yang tidak sedikit," kata Mikhael kepada POS-KUPANG.COM, Minggu 17 September 2023.

Disebutkan, kampus Undana dan Unika Widya Mandira misalnya mewisuda tidak kurang dari 1000 orang per semester. Belum lagi tamatan dari Universitas lainnya di NTT, seperti di  Flores, Sumba, Timor hingga Alor. Juga anak-anak NTT yang tamat dari berbagai Universitas di Jawa. 

Baca juga: Partai Demokrat NTT Taat Keputusan DPP Soal Arah Dukungan Pilpres 

Kaya dia bahwa, permasalahan ini menjadi fakta empiris yang menjelaskan tentang adanya disparitas dan ketimpangan antara serapan tenaga kerja dan tamatan dari Universitas. 

Oleh karena itu, salah satu solusi bagi Pemerintah Daerah juga Pemprov NTT adalah mendorong program-program kerja yang bisa menyerap lapangan kerja bagi anak-anak NTT

Jika tidak, kata dia maka bonus demografi ini menjadi sia-sia dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah-masalah sosial kemasyarakatan di setiap daerah. 

Program kerja yang bisa mendorong penyerapan tenaga kerja adalah di bidang pertanian, peternakan, kelautan, juga UMKM. 

Jika hanya berharap pada pembukaan formasi CPNS maka akan sulit. 

Berkaitan dengan tidak dibukanya formasi untuk tahun ini, dirinya berpikir sangat berkaitan dengan perencanaan. Jika masing-masing Kabupaten/kota tidak merencanakan itu maka wajar jika tidak ada penerimaan. Karena ini berkaitan dengan anggaran. 

Di mana, semua orang tahu bahwa keuangan semua pemerintah daerah hingga provinsi belum benar-benar pulih dari hantaman Covid dan badai Seroja.

Baca juga: Sosialisasikan Kerukunan Antar Umat Beragama, FKUB NTT Selenggarakan 7 Program di Tahun 2023

Masalah anggaran inilah yang membuat semua pemerintah daerah sangat berhitung soal ini. 

Sebab, proses penerimaannya juga membutuhkan biaya, lalu para PNS yang dinyatakan lolos akan menerima gaji yang harus masuk dalam anggaran APBD. Jadi, dampak Covid dan Badai seroja pada perekonomian NTT berimbas pada kemampuan anggaran setiap daerah. Sehingga itu juga berdampak pada masalah penerimaan CPNS. 

Lalu yang dibuka hanya seleksi PPPK tentu ada pertimbangan tertentu. PPPK khusus untuk guru dan tenaga kesehatan atau tenaga teknis tertentu mungkin sudah dipertimbangkan dan anggarannya tersedia karena hal ini menjadi program pemerintah pusat. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved