Pilpres 2024
Cawapres Prabowo Subianto Diumumkan Sebelum 10 Oktober, Erick Thohir Kandidat Terkuat
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan calon wakil presiden Prabowo Subianto diumumkan sebelum 10 Oktober.
“Tetapi akan dibahas bersama-sama secara musyawarah mufakat kolektif, pokoknya di Koalisi Indonesia Maju itu nyaman, aman, terkendali penuh dengan rasa kekeluargaan," ujarnya.
Bikin Kejutan
Tiga Eks Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memilih bergabung menjadi kader Partai Amanat Nasional (PAN).
Mereka adalah Idris Ahmad, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, dan Jovin Kurniawan.
Idris Ahmad yang juga Anggota DPRD PSI DKI Jakarta mengungkapkan PAN dinilai tempat yang tepat untuk melakukan aktualisasi diri.
Baca juga: Bersama Ribuan Kader PAN se-Indonesia, Prabowo-Erick Thohir Hadiri Acara HUT ke-25 PAN
Tak hanya itu, PAN dinilai juga sebagai partai yang memperjuangkan gagasan anak muda.
Di sisi lain, Idris mengaku sempat berbicara dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Hal tersebut semakin meyakinkannya masuk menjadi kader PAN.
"Saya sempat juga berbicara dengan Pak Ketum dan juga Pak Erick Thohir selaku salah satu cawapres yang diusulkan oleh PAN. Saya melihat bahwa rekam jejak kedua orang ini memberikan keyakinan saya bahwa anak muda bukan hanya sebagai etalase, anak muda bukan hanya sebagai front office front di depan aja tapi benar-benar dari rekam jejak," kata Idris.
Ia menyatakan Erick dan Zulhas memberikan kesempatan kepada anak muda agar bisa terus berkarya.
"Jadi saya berharap dengan bergabungnya saya di PAN saya bisa merubah harapan anak-anak muda bisa menjadi kebijakan bisa menjadi anggaran agar benar-benar bisa menebar kebermanfaatan Khususnya buat generasi hari ini dan generasi yang akan datang," jelasnya.
Sementara Anggara Wicitra Sastroamidjojo juga mengakui pertimbangannya masuk PAN setelah berdiskusi dengan Zulhas dan Erick.
Dia bilang, keduanya memiliki komitmen untuk memberikan ruang berekspresi anak muda.
Baca juga: PAN Tawarkan Erick Thohir Cawapres, Yakin Memberi Kemenangan di Pilpres 2024
"Jadi mungkin kalau dari saya kenapa akhirnya memilih PAN itu melalui proses renungan diskusi dengan beberapa orang khususnya Pak Zulhas dan juga Pak Erick diskusi dan menimbang cukup panjang akhirnya saya memutuskan memilih PAN karena saya melihat PAN itu punya komitmen terhadap ruang berekspresi teman-teman muda anak-anak muda," jelasnya.
Di sisi lain, Jovin Kurniawan menyatakan pihaknya memutuskan bergabung menjadi kader PAN karena melihat adanya budaya egaliter dan meritokratis.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.