Opini
Opini Valerius P Guru: Ama Kalake, Pesan LBP dan “Garam” di NTT
Artikel ini sesungguhnya terinspirasi ketika mendengar ‘testimoni” Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan (LBP) saat menghadiri acara syukuran pelantika
Salah satu tuntutan Yesus dari para pengikut-Nya ialah menjadi “Garam dan Terang Dunia”. Peryataan ini menyadarkan bahwa orang Kristen dapat menunjukkan pengaruh yang baik dan benar kepada orang lain. Menjadi garam dan terang dunia mencakup semua aspek kehidupan. Hal ini harus dijunjung tinggi oleh pengikut-Nya. Para pengikut-Nya harus dapat membawa diri sesuai dengan panggilannya. Tidak saja di dalam Gcreja, tetapi juga di luar Gereja.
Orang Kristen harus senantiasa memiliki persekutuan dengan Tuhan dan sesama setiap saat. Sarana yang digunakan untuk bersekutu adalah Gereja dan melalui persekutuan tersebut, orang Kristen mendapat kekuatan dari Tuhan dan memberi kesaksian tentang Tuhan kepada orang lain.
Itulah sebabnya mimbar gereja dipakai sebagai sarana untuk memberitakan Injil tentang dosa, pengampunan, keselamatan dan nasihat-nasihat untuk hidup dalam kebenaran. Dan untuk mewujudkan sebagai garam dan terang dunia, Gereja dan pemimpin Gereja harus berperan aktif untuk memenuhi tuntutan Kristus karena Gereja dan pemimpin Gereja dipanggil oleh Tuhan Allah secara khusus dengan satu tujuan untuk memberitakan keselamatan kepada orang yang belum percaya, dan pengikut-Nya dipanggil menjadi saksi iman bagi dunia. Karena itu, para pengikut Tuhan wajib menjadi garam dan terang bagi sekelilingnya, sehingga nama Allah dipermuliakan.
Untuk membawa orang lain kepada Kristus, pengikut Kristus harus terlebih dahulu menjadi contoh yang baik; baik dalam hal perkataan, perbuatan, maupun dalam perjuangan imannya. Orang-orang di luar Kristen selalu melihat perbuatan dan perkataan pengikut Kristus.
Jikalau pengikut Kristus tidak memberi contoh yang baik bagi komunitasnya dan orang yang tidak seiman, hal itu akan mengakibatkan bahan olokan dari sekelilinganya. Demikian halnya jikalau orang Kristen tidak menunjukkan kehidupan yang benar, orang Kristen telah kehilangan jati diri, orang Kristen tidak memiliki etika-moral yang baik maka rusaklah panggilannya sebagai garam dan terang bagi orang lain.
Di titik inilah dialog dan perjumpaan Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia GL. Kalake dengan para tokoh agama khususnya dengan Uskup Agung Kupang dan Ketua Sinode GMIT menjadi penting dan strategis. Artinya, Penjabat Gubernur NTT sangat membutuhkan doa dan dukungan dari para tokoh agama. Meski Ayodhia GL. Kalake merupakan seorang muslim namun ia sangat paham bahwa keberhasilannya dalam memimpin Nusa Terindah Toleransi; Provinsi NTT harus bersinergi dan berkolaborasi dengan para pemimpin agama.
Karena itu, jika kamu belajar tentang agama, belajar juga tentang kemanusiaan; supaya kamu tidak hanya pintar ibadah tapi juga pandai menghargai orang lain.
Apapun yang kamu hadapi dan kerjakan, Tuhan ada bersamamu. Selamat datang dan selamat bekerja Ama Kelake. Ketahuilah bahwa tidak pernah sekalipun Tuhan meninggalkanmu. Ibrani 13:5… Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Penulis merupakan alumnus Pascasarjana IAKN Kupang).
Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.