Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 9 September 2023, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat”
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Hari Sabat adalah hari yang dikhususkan bagi umat Yahudi untuk mengenangkan hari Tuhan
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat”.
Dalam renungan ini Bruder Pio Hayon SVD merujuk bacaan pertama dari I: Kol. 1:21-23 dan bacaan Injil Luk.6:1-5 :
Berikut ini teks lengkap renungan yang ditulis Bruder Pio Hayon SVD.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Hari Sabat adalah hari yang dikhususkan bagi umat Yahudi untuk mengenangkan hari Tuhan.
Hari di mana Allah beristirahat dan menyucikan hari itu sebagai hari Tuhan.
Dan bangsa Israel membuatnya menjadi sangat sakral dan ditambahkan dengan begitu banyak aturan-aturan yang bertujuan memelihara hari Sabat atau hari Tuhan itu agar tetap suci dan tidak dicemari.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Bicara tentang hari Sabat di hadapan orang-orang Yahudi sebenarnya kita tak bisa banyak bicara karena itu hari yang ditetapkan Tuhan sendiri turun-temurun bagi bangsa Yahudi dan sampai dengan generasi agama-agama Abraham sekarang mengikuti pola ini.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 9 September 2023, Manusia Harus Dilindungi, Dibebaskan & Diselamatkan
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 9 September 2023, Pendidikan Iman Berlangsung Terus-menerus
Ada hari Sabat yang dikhususkan bagi Tuhan yang kita sebut sebagai hari Minggu. Hari yang dikhususkan bagi Tuhan.
Penetapan hari Tuhan itu sebenarnya dengan tujuan agar kita yang dulu hidup dalam kesesatan bisa kembali kepada jalan yang benar di dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
Sehingga orang harus bertekun dalam iman akan Yesus Kristus dan diberkati dalam kebenaranNya. Kisah tentang hari Sabat ini bermulai dari para murid Yesus pada hari Sabat berjalan di ladang gandum.
Para muridNya memetik bulir gandum dan membersihkan kulitnya lalu makan bulir gandum itu.
Dan pada saat yang sama, Orang Farisi melihat itu dan berkata: “Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
Pertanyaan orang Farisi selalu menjadi bahan pertimbangan Yesus untuk menjawabi pertanyaan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PIO-HAYON_06.jpg)