Prakiraan Cuaca

Waspada! Penurunan Kelembaban Udara di NTT Bisa Memicu Penyakit Berbahaya Ini

Udara di sebagian Wilayah NTT hari ini terasa lebih kering. Waspada! Penurunan Kelembaban Udara ternyata bisa memicu Penyakit Berbahaya ini

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
KOMPAS.COM
Waspada dampak Suhu Dingin di NTT/ Ilustrasi suhu dingin - Waspada! Penurunan Kelembaban Udara di NTT bisa memicu penyakit berbahaya ini 

2. Anda bisa menggunakan Humidifier atau yang biasa dikenal dengan Pelembab Udara di ruangan anda.

3. Jangan terlalu sering mandi dan gunakan sabun yang lembut saat mandi

4. Banyak minum air putih apalagi kalau kelembaban udara sedang kering

Sebenarnya, di negara-negara tropis seperti di Indonesia, tingkat kelembaban pada umumnya relatif tinggi, dengan suhu yang relatif konstan, tingkat kelembaban tidak banyak mengalami perubahan sepanjang tahun.

Perubahan drastis biasanya terjadi pada saat memasuki musim hujan dan musim kemarau.

Negara Indonesia termasuk dalam iklim tropis basah atau daerah hangat lembab yang ditandai dengan:

• Kelembaban udara yang relatif tinggi (pada umumnya di atas 90 % )

• Curah hujan yang tinggi

• Temperatur tahunan di atas 18°C (dan dapat mencapai 38°C pada musim kemarau).

• Perbedaan antar musim tidak terlalu terlihat, kecuali periode sedikit hujan dan banyak hujan yang disertai angin kencang

Selain iklim tropis basah, ada pula iklim tropis kering dengan ciri-ciri sebagai berikut:

• Kelembaban udara yang relatif rendah (umumnya dibawah 50 % )

• Curah hujan yang juga rendah

• Radiasi matahari ke wilayah yang memiliki iklim tropis kering langsung tinggi dan maksimal karena jarang terdapat awan

• Banyak terdapat gurun pasir karena sangat jarang terjadi hujan

• Pada sore hari sering terdengar ledakan batu-batu akibat perubahan suhu ekstrem. . (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved