Prakiraan Cuaca
Waspada! Penurunan Kelembaban Udara di NTT Bisa Memicu Penyakit Berbahaya Ini
Udara di sebagian Wilayah NTT hari ini terasa lebih kering. Waspada! Penurunan Kelembaban Udara ternyata bisa memicu Penyakit Berbahaya ini
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM - Kelembaban Udara di sebagian Wilayah NTT Hari Ini mengalami penurunan cukup signifikan. Tak hanya Kelembaban Udara Rendah, Suhu Udara di sebagian Wilayah NTT juga mengalami penurunan.
Karena itu, Masyarakat NTT diimbau waspada terhadap perubahan cuaca tersebut.
Masyarakat diimbau waspada karena Kelembaban Udara Rendah ternyata dapat memicu terjadinya Penyakit Berbahaya ini.
Kelembaban udara bisa menjadi semakin turun saat memasuki musim dingin.
Baca juga: BMKG Rilis Cuaca NTT Hari Ini 2 September 2023, Kelembaban Udara Sebagian NTT di Bawah 50 Persen
Dikutip dari Galeri Medika, Kelembaban Udara yang sangat rendah ini dapat menyebabkan beberapa efek pada kesehatan misalnya:
1. Mukosa hidung menjadi lebih kering sehingga hidung menjadi mudah tersumbat dan bisa menjadi mudah berdarah dan mengakibatkan mimisan
2. Kulit secara umum menjadi lebih kering dan kulit yang kering ini memudahkan munculnya penyakit seperti dermatitis atopik.
Kulit tangan yang menjadi lebih sering luka setelah mencuci juga dapat disebabkan karena kulit yang menjadi lebih kering ini.
Baca juga: Pergerakan Monsoon Dingin Australia jadi Penyebab Suhu Dingin di NTT, Waspada Dampak Buruknya
3. Bibir menjadi lebih kering dan mudah pecah-pecah
Selain mimisan, kelembaban udara yang rendah juga bisa menyebabkan flu dan batuk juga nih.
Kalau anda bekerja sebagai pegawai kantoran yang bekerja didalam ruangan berAC, itu sangat beresiko terpapar udara kering.
Udara kering akan dirasakan dibawah 30 persen. Kondisi ini akan parah saat musim hujan.
Mengapa ? karena pada musim hujan kelebaban udara outdoor akan menurun sehingga kelembaban udara di indoor juga akan menurun atau lebih rendah.
Rongga mulut kita dilapisi oleh lapisan mukosa (berwarna merah muda, seperti yang ada dalam mulut), yang diluarnya dilapisi oleh lendir.
Normalnya, rongga mulut dan rongga hidung tidak kering, melainkan sedikit berair karena lendir tersebut.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.