Breaking News

Berita Bisnis

Pemerintah Indonesia Berencana Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air

Maskapai penerbangan sekarang sedang mempelajari operasi mereka dan bagaimana hal ini dapat digabungkan ke dalam operasi gabungan.

|
Editor: Agustinus Sape
Kolase POS-KUPANG.COM
Pemerintah Indonesia berencana menggabung alias merger antara Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air demi efisiensi dan penyederhanaan pelayanan. 

Begitu pun di negara lain seperti Singapore Airlines yang merupakan maskapai penerbangan nasional Singapura.

Singapore Airlines ini memiliki satu anak usaha yang bergerak di bidang penerbangan juga yaitu Scoot. Namun keduanya membidik pasar yang beda.

"Saya melihat di negara-negara lain itu ada pembedaannya. Singapore Airlines itu full service, LCC-nya Scoot anak perusahaan, mereknya beda, karakternya beda, rutenya juga bisa beda," ucapnya.

Apakah tarif penerbangan jadi terjangkau?

Oleh karenanya, dia justru khawatir jika Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air digabung justru akan menjadi tidak kompetitif.

Kemudian, dikhawatirkan penggabungan ini akan membuat maskapai tidak gesit menghadapi dinamika persaingan usaha di industri penerbangan.

Pasalnya, saat ini saja Garuda Indonesia sudah menjadi maskapai besar lalu jika digabung dengan dua maskapai lain maka organisasinya akan menjadi terlalu besar.

Dia juga yakin, penggabungan tiga maskapai milik negara ini tidak akan membuat tarif penerbangan menjadi lebih terjangkau.

"Apakah bisa membuat tarif penerbangan lebih terjangkau? Tidak. Tidak, justru saya khawatir justru menjadi tidak efisien," tukasnya.

Bukan berarti melebur

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, langkah ini diambil karena ingin dalam satu industri hanya satu BUMN yang terlibat menjadi pengelola.

"Ini kan bagus, karena Pak Erick ingin satu pengelolaan untuk satu industri. Jadi kan kita punya 3, ada Garuda, Citilink, Pelita. Jadi cukup satu manajemen mengelola semua walaupun nanti terbagi-bagi," ujarnya saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu 23 Agustus 2023.

Menurutnya, merger tersebut bukan berarti melebur ketiga maskapai menjadi hanya satu maskapai. Arya bilang, Citilink akan tetap menjadi anak usaha Garuda Indonesia, hanya saja untuk Pelita Air masih dalam diskusi penempatan posisinya.

"Bukan merger jadi satu nama Garuda, enggak. Citilink tetap ada di situ, tapi Pelita belum tahu posisinya di mana," kata dia.

Terkait skema penggabungannya, dia mengaku belum mengetahui secara pasti. Termasuk ketika ditanya kemungkinan akan mengikuti skema penggabungan Pelindo, sebab masih dalam kajian.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved