Berita Alor

Tenun Merah Putih Terpanjang, Desa Ternate Alor Terima Penghargaan MURI 

ditampilkan oleh masyarakat desa adalah pewarna limited edition kareena komposisi warna yang mereka hasilkan bisa berganti-ganti

|
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Tenun Merah Putih Terpanjang, Desa Ternate Alor Terima Penghargaan MURI 
POS-KUPANG.COM/MARIO GIOVANI TETI
KOLASE - Kolase Tim Perse Ende dan PS Malaka

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela

POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Desa Ternate yang berada di Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor memiliki keunikan tersendiri yakni menenun dengan menggunakan seratus persen bahan alami.

Karena mata pencaharian penduduk desa ini adalah menenun, desa ini mendapat julukan desa seribu tenun.

Motif tenun masyarakat Desa Ternate umumnya terinspirasi dari kisah hidup sehari-hari.

Setiap tahun, masyarakat desa menggelar tradisi makan baru dan festival tenun. Namun menjelang usia ke-78 Republik Indonesia, Ketua PKK Kecamatan Alor Barat Laut, bersama Kepala Desa Ternate dan 9 kelompok tenun yang ada di Desa tersebut menggagas ide tenunan merah putih sepanjang 100 meter dengan menggunakan pewarna alami.

Baca juga: Polres Alor Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana BOK Puskesmas Mademang

Tenunan merah putih ini dipamerkan saat festival Tenun atau yang dalam bahasa daerah setempat disebut "Tanati" dan pada tanggal 14 Juni 2023 menerima penghargaan Museum Rekor Indonesia atau MURI sebagai tenunan merah putih terpanjang dengan pewarna alami sekaligus tenunan terpanjang tercepat.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Andre Purwandono selaku Senior Operation Manager MURI. Menurut Andre tenuan ini telah memenuhi kriteria penghargaan MURI yakni belum pernah dilakukan oleh siapapun di dunia, dapat diukur, serta memiliki keunikan dan bernuansa Indonesia.

Lim Odja, M.Th selaku Ketua PKK Kecamatan Alor Barat Laut mengatakan bahwa semua penduduk Desa melakukan aktivitas menenun mulai dari anak-anak hingga lansia.

"Desa Ternate adalah satu pulau tersendiri, yang masuk dalam wilayah Kecamatan Alor Barat Laut. Anak-anak hingga lansia 100 persen pekerjaanya sebagai penenun. Keunikan masyarakat ini adalah menggunakan pewarna alami yang mereka dapat dari hasil perenungan dengan alam," ujarnya, Rabu 16 Agustus 2023.

Menurut Lim pewarna yang ditampilkan oleh masyarakat desa adalah pewarna limited edition kareena komposisi warna yang mereka hasilkan bisa berganti-ganti dan selalu baru.

"Tenun di Desa ini bukan hanya terkenal ke tingkat Provinsi dan Nasional tetapi juga terkenal hingga ke mancanegara. Banyak desainer dan juga wisatawan yang tertarik dengan keunikan tenun Desa Ternate," katanya.

Munculnya perhatian masyarakat yang semakin meluas, bertepatan dengan momentum kemerdekaan RI ke-78, kelompok tenun sepakat untuk membuat tenunan merah putih terpanjang dan dipamerkan di festival tenun.

Baca juga: Tumbangkan BMU Alor 3-0, Persim Manggarai Tim Paling Produktif di Liga 3 El Tari Memorial Cup 2023

"Sembilan kelompok tenun, masing-masing beranggotakan 9-20 orang. Baik anak-anak, orang dewasa, lansia, laki-laki dan perempuan bahu membahu bergantian menenun hingga menghasilkan tenunan merah putih sepanjang 100 meter. Tenunan ini selesai dalam waktu kurang lebih 2 minggu. Kami bukan saja menerima rekor tenun terpanjang berbahan pewarna alami tetapi sekaligus sebagai rekor tenun terpanjang tercepat yang pernah dikerjakan," jelas Lim.

Sebagai salah satu perangkat pemerintah kecamatan Lim mengaku terharu dengan dedikasi penduduk desa yang telah mempersembahkan maha karya dan juga kekayaan intelektual yang mereka punya sebagai kado hari Kemerdekaan.

"Saya terharu dengan perjuangan ibu-ibu dan para penenun. Dalam keterbatasan waktu mereka bekerja keras hingga memperoleh penghargaan. Selain itu masyarakat mau menggunakan benang mereka secara sukarela meskipun, akan diganti oleh pemerintah desa tetapi bisa dibayangkan tenunan sepanjang 100 meter berapa banyak benang yang dibutuhkan," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved