Suksesi Rektor UKAW
Prof Godlief Ingin Hapus Perbedaan di UKAW Kupang
dengan tetap nilai Kristiani. UKAW bisa besar, bisa mundur, dan bisa bergantung pada orang lain, prinsipnya kolaborasi
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
"Regulasi ini penting, supaya kita adaptasi dengan tindakan kita, dengan tetap nilai Kristiani. UKAW bisa besar, bisa mundur, dan bisa bergantung pada orang lain, prinsipnya kolaborasi, prinsip mutahir, dan keberlanjutan," ujarnya.
Prof Godlief juga menegaskan, UKAW Kupang harus menjadikan semua potensi untuk terus berlanjut dan perbaikan. Dia tidak ingin menghabiskan banyak energi untuk sekedar hal yang stagnan.
Baca juga: Siswa SMKN Raihat Belu PKL di Fakultas Teknologi Pertanian UKAW Kupang
Lima tahun terakhir, lulusan sekolah menengah atas, yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi hanya berkisar 30 persen, sisanya hanya parkir. Untuk itu, dia mengajak UKAW Kupang harus mengisi kesenjangan ini guna mendongkrak pendidikan di NTT, tentu melalui beberapa pertimbangan termaksuk aspek ekonomi.
UKAW Kupang ditengah kampus-kampus lain, ujar dia, diharapkan bisa menjadi pelopor untuk menggaet lebih banyak anak muda lulusan sekolah menengah atas untuk melanjutkan pendidikan.
"Bahwa kompetisi antar perguruan tinggi itu penting. Karena kalau kita tidak kompetitif, daya saing itu kalau tidak ada, maka sulit kita untuk kita katakan kita bermutu atau tidak," jelasnya.
Ukuran suatu kampus itu baik atau tidak bisa melalui kompetesi yang dilakukan. Salah satunya adalah dengan menghasilkan kualifikasi dosen yang baik.
Prof Godlief menargetkan selama kepemimpinannya, 10 guru besar, 60-70 doktor harus lahir di kampus itu. Saat ini, doktoral di UKAW Kupang hampir 50 orang.
Di samping itu, UKAW Kupang dituntut untuk mengikuti berbagai regulasi dalam kaitan penataan kurikulum. Muaranya untuk memberikan pendidikan berkualitas sehingga menghasilkan lulusan yang tidak 'jago kandang', tetapi bisa berkompetisi juga ke bagian luar.
Prof Godlief juga mengajak kampus lainnya untuk ikut berkolaborasi memajukan pendidikan. Ia tidak mau kampus di NTT berjalan secara individual.
"UKAW Kupang bisa berkolaborasi dengan semua pihak, singkatnya semua perguruan tinggi yang ada, kita bisa saling mengisi, tentu pada batas-batas dan tidak menggangu hal-hal prinsip," ujarnya. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Prof-Godlief-Fredrik-Neonufa-Rektor-terpilih-UKAW-Kupang.jpg)