Suksesi Rektor UKAW
Prof Godlief Ingin Hapus Perbedaan di UKAW Kupang
dengan tetap nilai Kristiani. UKAW bisa besar, bisa mundur, dan bisa bergantung pada orang lain, prinsipnya kolaborasi
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Prof Godlief Fredrik Neonufa menegaskan dia ingin menghapus semua perbedaan di Universitas Kristen Artha Wacana atau UKAW Kupang.
Prof Godlief terpilih menjadi rektor UKAW Kupang menggantikan rektor sebelumnya, Dr. Ayub Meko, yang akan berakhir masa tugasnya bulan Agustus 2024.
Menurut Prof Godlief, terpilihnya ia menjadi rektor UKAW Kupang merupakan salib yang ia harus pikul sebagai pemimpin demi sebuah tanggungjawab.
"Saya sebuah salib yang memang saya harus pikul. Mengajak semua elemen kampus UKAW membangun UKAW ke depan," kata dia, Minggu 23 Juli 2023.
Baca juga: UKAW Kupang Sumbang 3000 Ikan Lele Jelang Sidang Sinode GMIT 35 di Sabu Raijua
Dalam menjalankan misi UKAW, pelayanan perguruan tinggi bagi masyarakat NTT menjadi hal paling utama. Adanya tujuan kampus itu, dia mengajak semua pemangku kepentingan dalam membangun UKAW.
Ke depan, kata dia, langkah paling pertama adalah melakukan konsolidasi internal. Ia memahami kondisi pasca pemilihan pasti adanya perbedaan pendapat yang biasanya menimbulkan dinamika.
"Misi kita adalah membangun pendidikan tinggi di NTT, khusus UKAW. Kita juga mengemban misi gereja, bukan sekedar menuruti regulasi pemerintah. Jadi ini penting," jelas dia.
Sekalipun membawa misi dari gereja, dia menegaskan UKAW Kupang tidak memandang perbedaan latarbelakang dari siapapun yang terlibat dalam perkembangan kampus, termaksuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di UKAW Kupang.
Selepas konsolidasi internal, langkah selanjutnya adalah pembagian peran. Prof Godlief sebagai pemegang kendali, akan memberi peran kepada semua sumberdaya yang ada untuk dimaksimalkan memajukan UKAW Kupang.
"Semua saya rangkul untuk berperan untuk kemajuan UKAW," sebutnya.
Baca juga: UKAW Kupang Sumbang 3000 Ikan Lele Jelang Sidang Sinode GMIT 35 di Sabu Raijua
Selain itu, upaya lain yang dilakukan yakni memberi pelayanan paling terbaik bagi masyarakat. Prof Godlief menegaskan UKAW Kupang harus menjaga status sebagai perguruan tinggi utama. Sekalipun pekerjaan itu tidak mudah, dia yakin proses itu bisa terus ditingkatkan jika semua bekerja sama.
Untuk meraih status unggul sebuah perguruan tinggi, menurut dia harus melibatkan dan meningkatkan pelayanan ke masyarakat. Kepercayaan dari masyarakat akan menjadi penting.
Dari sisi ini, Prof Godlief mendorong dosen untuk memberi bahan kuliah yang berkualitas dan intensif. Keteladanan dosen juga menjadi bagian penting yang perlu diperbaiki, selain aspek sarana prasarana.
Sisi lain, Prof Godlief juga akan melibatkan sumberdaya yang ada untuk mengkaji berbagai regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Ia berpendapat perlu adanya langkah itu untuk penyesuaian dari kampus. Dia tidak mau UKAW Kupang ketinggalan dalam kompetisi sejalan dengan aturan.
"Regulasi ini penting, supaya kita adaptasi dengan tindakan kita, dengan tetap nilai Kristiani. UKAW bisa besar, bisa mundur, dan bisa bergantung pada orang lain, prinsipnya kolaborasi, prinsip mutahir, dan keberlanjutan," ujarnya.
Prof Godlief juga menegaskan, UKAW Kupang harus menjadikan semua potensi untuk terus berlanjut dan perbaikan. Dia tidak ingin menghabiskan banyak energi untuk sekedar hal yang stagnan.
Baca juga: Siswa SMKN Raihat Belu PKL di Fakultas Teknologi Pertanian UKAW Kupang
Lima tahun terakhir, lulusan sekolah menengah atas, yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi hanya berkisar 30 persen, sisanya hanya parkir. Untuk itu, dia mengajak UKAW Kupang harus mengisi kesenjangan ini guna mendongkrak pendidikan di NTT, tentu melalui beberapa pertimbangan termaksuk aspek ekonomi.
UKAW Kupang ditengah kampus-kampus lain, ujar dia, diharapkan bisa menjadi pelopor untuk menggaet lebih banyak anak muda lulusan sekolah menengah atas untuk melanjutkan pendidikan.
"Bahwa kompetisi antar perguruan tinggi itu penting. Karena kalau kita tidak kompetitif, daya saing itu kalau tidak ada, maka sulit kita untuk kita katakan kita bermutu atau tidak," jelasnya.
Ukuran suatu kampus itu baik atau tidak bisa melalui kompetesi yang dilakukan. Salah satunya adalah dengan menghasilkan kualifikasi dosen yang baik.
Prof Godlief menargetkan selama kepemimpinannya, 10 guru besar, 60-70 doktor harus lahir di kampus itu. Saat ini, doktoral di UKAW Kupang hampir 50 orang.
Di samping itu, UKAW Kupang dituntut untuk mengikuti berbagai regulasi dalam kaitan penataan kurikulum. Muaranya untuk memberikan pendidikan berkualitas sehingga menghasilkan lulusan yang tidak 'jago kandang', tetapi bisa berkompetisi juga ke bagian luar.
Prof Godlief juga mengajak kampus lainnya untuk ikut berkolaborasi memajukan pendidikan. Ia tidak mau kampus di NTT berjalan secara individual.
"UKAW Kupang bisa berkolaborasi dengan semua pihak, singkatnya semua perguruan tinggi yang ada, kita bisa saling mengisi, tentu pada batas-batas dan tidak menggangu hal-hal prinsip," ujarnya. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Prof-Godlief-Fredrik-Neonufa-Rektor-terpilih-UKAW-Kupang.jpg)