Selasa, 19 Mei 2026

Berita NTT

Anggota DPR RI Jacki Uly Minta Satgas TPPO Jangan Panas - Panas Tahi Ayam 

Kenapa masalah TPPO ini dianggap serius karena TPPO ini satu kejahatan yang sangat melanggar hak asasi manusia.

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
PODCAST -  Anggota Komisi III DPR RI, Jacky Uly bersama host jurnalis Pos Kupang, Ani Toda.    

J : Begini kalau menurut saya, TPPO ini sekarang sudah dibentuk Satgas, saya hanya ingin mengingatkan bahwa Satgas ini jangan panas - panas tai ayam karena begini, tren daripada kejahatan ini bilamana ada Satgas mereka akan berhenti jadi seolah - olah diingatkanlah oleh penjuru - penjurunya, ini polisi, TNI, Bea Cukai sudah bergabung dan sebagainya melawan TPPO ini tetapi kalau begitu kita mereda atau menurun kegiatan Satgas ini, nanti lihat saja mereka langsung berkembang naik lagi. Nah ini diperlukan Satgas ini untuk tidak panas - panas tahi ayam. Mesti panas terus sampai betul - betul tertekan angka ini supaya jangan sampai berkembang lebih banyak.

A : Bagaimana anda sebagai anggota Komisi III DPR RI mengawasi Satgas TPPO ini? 

Baca juga: Jacky Uly: Tindak Pidana Perdagangan Orang Sampai Menjual Organ Tubuh

J : DPR itu kan tugasnya banyak, diantaranya mengawasi pembuatan Undang - Undang, legislasi, kemudian mengawasi APBN soal belanja negara dan ketiga itu yang penting di DPR itu fungsi pengawasan terhadap bidangnya. Misalnya Komisi III saya, Hukum dan HAM, ini tentunya kita diharapkan kita ada di situ, kita akan mengawasi pekerjaan - pekerjaan yang menyangkut Hukum dan HAM diantaranya adalah TPPO jadi ini otomatis DPR harus bekerja untuk mengawasi makanya saya sering sekali dalam rapat dengar pendapat saya menyampaikan mengenai masalah TPPO ini berulang - ulang saya sampaikan, ini fungsi pengawasan saya juga karena itu kewajiban dari rakyat bahwa fungsi DPR itu diantaranya pengawasan itu jadi kita memang secara resmi mesti mengawasi jalannya segala sesuatu yang menyangkut bidang tugas saya seperti Hukum dan HAM itu. 

 

A : Sejauh pengawasan yang dilakukan, bagaimana kerja Satgas TPPO sekarang? 

J : Tadi saya katakan bahwa dengan adanya Satgas TPPO ini agak mereda walaupun masih banyak berdatangan mayat atau pengiriman mayat dari luar negeri, pekerja kita tetapi minimal dengan adanya tindakan ini akan mengurangi, contohnya pengawasan yang ketat di lapangan terbang, ini akan mengurangi mereka yang akan bermain - main soal ini pada saat Satgas ini bekerja tetapi saya minta jangan panas - panas tahi ayam, supaya ini kalau perlu dilembagakan seperti kehadiran polisi di daerah lapangan terbang, kehadiran Imigrasi yang keras di lapangan terbang, ini penting, jadi disinilah diperlukan satu kerjasama yang akan mengikat kita untuk menghadapi TPPO ini. Mereka kan akalnya banyak. Mereka membujuk rakyat, anaknya dapat kerja di luar negeri dan sebagainya. Nanti bagaimana mereka di lapangan terbang, mereka bisa saja bekerjasama dengan aparat. Saya tidak mau menunjuk aparat itu bahwa ada aparat terlibat dan sebagainya tapi kita mengikuti media sosial saja bahwa dalam kejahatan seperti ini ada keterlibatan polisi, fakta ada, keterlibatan Imigrasi fakta ada, bukan hanya berkhayal. Saya tidak mengatakan oknum dan sebagainya tapi fakta yang ada ini perlu kita amati, jangan kita membuka peluang untuk terjadinya kejahatan itu ataupun kelengahan dan ketidakseriusan dalam menangani masalah TPPO. (uzu)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved