Berita Alor

Staf Perawatan Lapas Kalabahi Ikuti Workshop Infeksi Laten dan Terapi Pencegahan TBC

Kepala Dinkes Provinsi NTT, Ruth D. Laiskodat, menyampaikan penyakit Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global hingga sekarang

Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-HUMAS LAPAS KALABAHI
WORKSHOP - Staf Perawatan Lapas Kelas IIB Kalabahi, mengikuti Workshop Manajemen Program Infeksi Laten Tuberkulosis dan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago

POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Staf Perawatan Lapas Kalabahi, mengikuti Workshop Manajemen Program Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) dan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi seluruh tenaga kesehatan, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Harper Kompleks CBD Kota Kupang ini, dimulai tanggal 11 hingga 15 Juli 2023, dengan menghadirkan peserta sebanyak 169 orang, yang merupakan tenaga kesehatan dari berbagai bidang baik rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya baik di sektor pemerintah maupun swasta.

Dalam sambutannya, Kepala Dinkes Provinsi NTT, Ruth D. Laiskodat, menyampaikan penyakit Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global hingga sekarang. Menurutnya, TBC merupakan penyakit menular yang menjadi pembunuh paling mematikan di dunia.

Baca juga: Lapas Kalabahi Tingkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri

"Berdasarkan global TB Report tahun 2022, Insidensi tuberkulosis dalam 100.000 penduduk mencapai 354 per 100.000 penduduk. Saat ini Indonesia menempati posisi kedua setelah India dengan kasus Tuberkulosis sebanyak 969.000 serta jumlah kematian sebanyak 144.000 per tahun," jelas Ruth, 12 Juli 2023.

Ruth juga menerangkan bahwa rata-rata penemuan kasus TBC yang terlaporkan di Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Provinsi NTT dalam kurun waktu 3 tahun terakhir (2020 – 2022) sebanyak 6.269 kasus. Penemuan kasus tertinggi terjadi pada tahun 2022, yakni sebanyak 8.064 kasus, tetapi diikuti dengan kenaikan target penemuan sebanyak 21.927 sehingga Provinsi NTT mendapat persentase treatment coverage sebesar 36,77 persen dari target yang harus dicapai, yakni di atas 90 % .

Selain itu, Ruth menjelaskan terkait angka keberhasilan pengobatan TBD di Provinsi NTT Tahun 2022 (kohort pasien tahun 2021) yang mencapai 89,80 % . Capaian ini masih di bawah target nasional, yakni 90 % . Dari 22 Kabupaten, 13 Kabupaten yang telah mencapai target 90 % , yakni Kabupaten Belu, Kabupaten Ende, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Malaka, Kabupaten Lembata, Kabupaten Sikka, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sabu Raijua, dan Kabupaten Manggarai Barat. Sedangkan 9 kabupaten lainnya berada di bawah 90

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved