Berita Kupang

Kunjungi Korban TPPO di Kabupaten Kupang, Mensos Risma Curhat Pernah Jualan Baju

Menteri Risma tampak menggunakan baju batik berwarna ungu dengan hijab berwarna senada serta celana panjang kain berwarna hitam

Penulis: Mutiara Christin Melany | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
Menteri Sosial Tri Rismaharini sementara berdialog dengan para korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Sentra Efata Naibonat, Kabupaten Kupang, Rabu 12 Juli 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Waktu menunjukkan pukul 07.48 Wita, Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama rombongan datang ke Sentra Efata Naibonat, Kabupaten Kupang, Rabu 12 Juli 2023.

Menteri Risma tampak menggunakan baju batik berwarna ungu dengan hijab berwarna senada serta celana panjang kain berwarna hitam keluar dari dalam mobil berwarna hitam kemudian berjalan memasuki gedung Sentra Efata.

Kedatangan Menteri Risma sudah ditunggu oleh 22 orang korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang tampak menggunakan baju berwarna merah dan tenun ikat sesuai daerah asalnya dari Kabupaten Malaka, TTU, Ende, dan Kabupaten Kupang.

Baca juga: Pemkab Kupang Harus Tiru Cara Mensos RI

Setelah duduk, barulah Menteri Risma mulai menanyakan satu per satu korban TPPO mulai nama, daerah asal, keterampilan yang dimiliki, serta kebutuhan penunjang ekonomi dari setiap korban TPPO untuk berusaha di kampung halamannya nanti.

Beberapa korban TPPO meminta bantuan bibit dan pupuk, dan alat mesin pertanian, ada juga yang meminta bantuan ternak, bantuan perikanan, mesin jahit, serta usaha tenun ikat dan modal usaha kios.

Semua permintaan bantuan tersebut langsung dicatat oleh petugas Kemensos untuk selanjutnya akan diintervensi dan realisasi langsung oleh Kementerian Sosial.

Beri Pesan Menohok

Dalam pertemuan yang berlangsung hampir satu jam tersebut, Menteri Risma memberikan motivasi kepada para korban TPPO sekaligus teguran agar tidak pergi meninggalkan kampung halaman demi merantau ke luar negeri.

"Jangan tergiur iming-iming janji bekerja di luar negeri dengan gaji besar, apalagi dengan keterampilan terbatas, karena pada akhirnya hanya menjadi bahan eksploitasi, kasus kekerasan, dan korban TPPO," ungkap Menteri Risma.

Baca juga: Mensos Risma Bersyukur KPK Geledah Kantornya, Penyidik Sita Notebook dan Dokumen

Khusus bagi para perempuan yang nekat meninggalkan keluarganya demi merantau ke luar negeri, itu kesalahan besar, meninggalkan suami dan anak-anaknya di kampung halaman.

"Keterbatasan ekonomi bukan menjadi alasan untuk meninggalkan keluarga, suami dan anak-anak, karena pada dasarnya peran seorang perempuan dalam keluarga sangat besar karena sebagai penyeimbang keluarga, demikian pula saya sendiri terlepas dari jabatan dan kesibukan sebagai Menteri Sosial, saya juga berstatus ibu rumah tangga yang bertanggungjawab mengurus suami dan anak-anak, sehingga saya minta bagi kaum perempuan jangan pernah tinggalkan rumah tangga demi bekerja di luar negeri," pinta Risma.

Selain itu pekerjaan sekecil apapun yang dilakukan untuk menopang kehidupan ekonomi keluarga harus disyukuri karena itu berkat Tuhan yang akan memberkati keluarganya.

"Mau jualan di kios, berjualan kue atau bekerja di sawah, kebun atau menjadi buruh bangunan, atau jasa ojek, semuanya itu usaha yang halal untuk menopang kehidupan ekonomi, sehingga jangan pernah malu untuk melakukannya," tambah Risma.

Baca juga: Anak Penderita Hidrosefalus Terima Bantuan dari Mensos Risma

Risma juga mengutarakan bahwa meskipun dirinya menjabat sebagai Menteri Sosial, dia tidak pernah minder untuk berjualan baju dan penjualan baju tertinggi saat hari raya Idul Fitri dan Natal.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved