Berita NTT
Bank NTT Penuhi Syarat Jadi Bank Devisa
kelembagaan, izinnya, dan semua pihak belum terintegrasi untuk kegiatan ekspor, selama ini dari Surabaya, Denpasar, Makasar
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bank NTT kini sudah memenuhi persyaratan dan telah mengajukan segala ketentuan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjadi Bank devisa.
"Secara internal, segala proses-proses memastikan pemenuhan syarat dari OJK sudah kita penuhi dan sudah kita serahkan ke OJK, baik itu dari sisi SDM, aktivitas, SOP, IT dan operasional hingga mitigasi resikonya," kata Direktur Utama (Dirut) Bank NTT Alex Riwu Kaho, Sabtu 8 Juli 2023.
Ia mengatakan, semua syarat yang ada sebelum diserahkan ke OJK, terlebih dahulu dilakukan pengecekan ulang secara lebih detail guna memastikan kesiapan. Alex Riwu Kaho menyebut, kini Bank NTT menunggu hasil verifikasi dari OJK.
Jika semua proses ini lancar, dalam tahun ini izin tersebut bisa didapat Bank NTT. Hal ini juga untuk menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi masyarakat yang mulai bergeliat. Seperti di Kabupaten Belu yang sudah melakukan skema ekspor holtikultura ke luar negeri.
Baca juga: Bertemu Dinas Dikbud Provinsi NTT, BMPS Sebut PPDB Sekolah Swasta Sedang Tidak Baik-baik Saja
Menurut dia, adanya bank devisa ini bisa berkontribusi dalam mata rantai pengiriman barang dari NTT. Sebab, selama ini banyak pengiriman barang dari NTT menggunakan bea cukai milik provinsi lain. Padahal NTT sendiri punya infrastruktur dasar seperti pelabuhan laut yang bisa digunakan.
Alex Riwu Kaho menjelaskan, masyarakat juga akan mendapat keuntungan hadirnya bank devisa. Potensi tenaga kerja asal NTT yang bekerja di luar negeri cukup banyak. Kehadiran bank NTT di seluruh pelosok, bisa membantu proses transaksi keuangan dari luar ke dalam wilayah NTT.
"Adanya unit bank NTT di seluruh kecamatan itu bisa menjadi media kebutuhan transaksi itu," sebutnya.
Bagi masyarakat pelaku ekonomi, sebut dia, juga mendapat dampak seperti dukungan kemitraan hingga proses transaksi dalam pengiriman barang ke luar negeri.
Dia mengklaim, bank devisa ini juga bisa menekan pekerja migran Indonesia (PMI) NTT non prosedural, kendatipun tidak secara langsung.
Memang, masalah itu perlu penanganan secara terpisah. Tetapi perbankan bisa ikut menyumbang daya cegah dalam TPPO itu. Berbagai sektor unggulan NTT seperti perikanan menjadi sumber penghasilan yang bisa digerakkan.
Baca juga: Kades Taaba di Malaka Perjuangkan Nasib Rakyatnya ke Provinsi NTT
Alex Riwu Kaho menyebut, saat ini budidaya udang di Sumba Timur dengan nilai investasi sebesar Rp 10 triliun. Jikapun pelibatan bank NTT dalam aspek transaksi keuangan, maka sudah tentu akan membantu pergerakan ekonomi di NTT, termaksuk untuk masyarakat.
Dari transaksi itu, menurut dia akan memberikan profit yang bermuara pada deviden. Kerja sama dari pemerintah daerah dan pihak terkait yang terlibat dalam sebuah siklus pengiriman barang ke luar negeri harus ada.
Keberadaan bank devisa juga memberi imbas bagi pelaku UMKM. Skala produksi dari tiap UMKM akan ditingkatkan.
Dorongan dari UMKM menengah bisa menjadi sebuah industri. Artinya ada kesinambungan antara pengembangan UMKM secara berkelanjutan.
Sumba Semakin Terang, PLN Pasok Listrik di Empat Kabupaten NTT |
![]() |
---|
NTT Memilih, Bakal Tertibkan Baliho Caleg, Ana Kolin: Satpol Hanya Jalankan Tugas |
![]() |
---|
Kapolda NTT Minta Penyidik Periksa Kembali Saksi dan Bukti Penyebab Kematian Yehuda Agalakari |
![]() |
---|
NTT Memilih, Caleg Langgar Aturan Kampanye, Akademisi Undana Sebut Harus Diberikan Sanksi Keras |
![]() |
---|
Baliho Parpol Makin Ramai, Ketua Bawaslu NTT: yang Langgar Diberi Sanksi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.