Selasa, 2 Juni 2026

Berita NTT

Bank NTT Penuhi Syarat Jadi Bank Devisa 

kelembagaan, izinnya, dan semua pihak belum terintegrasi untuk kegiatan ekspor, selama ini dari Surabaya, Denpasar, Makasar

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
PENYERAHAN - Direktur Utama Bank NTT Alex Riwu Kaho saat menyerahkan bantuan stunting bagi warga Kota Kupang. 

Tiap UMKM akan saling menopang dalam kaitan dengan pengiriman produk. Dari situ akan terjalin ekosistem yang tidak terpisahkan.

Bank NTT, kata dia, kini sedang melakukan pembinaan ke arah itu. Pihaknya juga telah memiliki road map untuk mengarah ke konsep demikian. 

"Tinggal bagaimana subtitusi produknya itu harus banyak. Kita bicara kelapa. Kita belum bedah, dari daun itu jadi apa, akarnya jadi apa, batangnya jadi apa. Potensi kelapa di NTT banyak, kita belum tahu saja hal ini dalam fase industri punya nilai ekonomi tinggi dan pasar yang membutuhkan ada," kata dia. 

Dalam dinamika perekonomian NTT, kini telah berkembang. Data transaksi pengiriman, misalnya sektor perikanan.

Pengiriman itu menurut dia, justru tidak dari NTT. Begitu juga dengan rumput laut dan perikanan di beberapa wilayah lain di NTT. Selama ini proses pengiriman dilakukan dengan pelabuhan atau daerah lain sementara sumberdaya berasal dari NTT

Persiapan menuju Bank NTT ke Bank devisa, ujar dia, telah berlangsung dari tahun 2019 dengan perkembangan yang terus disesuaikan. Alex Riwu Kaho menerangkan selama ini kendala yang dihadapi masih berkaitan dengan tata niaga ekspor di NTT

"Kita masih belum punya informasi yang valid tentang kelembagaan, izinnya, dan semua pihak belum terintegrasi untuk kegiatan ekspor, selama ini dari Surabaya, Denpasar, Makasar dan lainnya," ujarnya. 

Hasil perikanan NTT, menurut dia menjadi komoditi unggulan. Selama ini ada pengusaha yang berani melakukan pengiriman secara langsung dari NTT tapi dengan skala kecil. Bagian ini yang harus dibangun oleh Bank NTT melalui penyiapan menjadi bank devisa. 

Sisi lain, Bank NTT juga mendorong pemerintah agar bisa membantu ketentuan dalam tata niaga. Paling penting juga infrastruktur seperti pelabuhan juga harus dikoordinasikan agar menjadi sentra pengiriman barang. 

Adapun cara berpikir tentang mekanisme pasar juga harus ada. Hal itu agar mendongkrak nilai jual yang bertujuan untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat. (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved