Kamis, 7 Mei 2026

Berita Nasional

Pemprov DKI gandeng Polisi Tertibkan Tempat Nyabu dan Sarang Preman di Pasar Tanah Abang

Pembenahan akan dilakukan secara spesifik di Blog G Pasar Tanah Abang yang disebut selama ini menjadi lokasi 'nyabu' dan sarang premanisme.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
Kontan.co
Kondisi Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat difoto dari udara. 

 POS-KUPANG.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau Pemrov DKI akan segera menertibkan pemanfaatan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pemprov DKI akan turun tangan melalui Pemerintah Kota (Pemkot) bekerjasama dengan aparat kepolisian akan melakukan pembenahan pasar tradisional itu. 

Pembenahan akan dilakukan secara spesifik di Blog G Pasar Tanah Abang yang disebut selama ini menjadi lokasi 'nyabu' dan sarang premanisme.

Baca juga: Heru Budi Hartono Depak Tatak Ujiyati, Orang Dekat Anies Baswedan Ini Pernah Pojoki Ahok

"Ya nanti bersama pak Wali (Kota Jakarta Pusat), dan Polres cek," ujar Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dikutip dari Kompas.com, Jumat (7/7/2023).

Kerja sama Pemprov DKI Jakarta dan Polres Jakarta Pusat dilakukan karena permasalahan yang terjadi di kawasan Pasar Tanah Abang itu merupakan tindakan kriminalitas.

"Kalau menyangkut terkait kriminalitas kami kerja sama dengan polres," ucap Heru.

Sebelumnya, sejumlah pedagang mengeluh soal aktivitas preman pada malam hari di Pasar Tanah Abang Blok G, Jakarta Pusat. Sejak sepi akibat pandemi Covid-19, lantai dua dan tiga di sentra busana yang terbengkalai itu beralih fungsi menjadi sarang preman dan pelaku kejahatan.

Baca juga: Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono Buka Meja Pengaduan Ala Ahok

"Lantai dua ke atas ya untuk copet. Orang-orang yang enggak benar (sebenarnya) di semua pasar juga ada, cuma tinggal (bagaimana) kita mengelolanya," kata pedagang berinisial D kepada wartawan di lantai satu Pasar Tanah Abang Blok G, Kamis (6/7/2023).

"Kalau sore dan malam, di lantai dua dan tiga itu banyak pelaku kejahatan. Preman, penjambret, bahkan memakai narkoba di situ terjadi,” lanjut dia.

Kondisi itu, menurut D, sungguh meresahkan. Dia berharap pihak kepolisian dan pengelola bisa segera menindak para preman dan pengguna narkoba di area itu.

Selain D, pedagang berinisial R turut mengeluhkan hal serupa. Para preman atau pengguna narkoba biasanya beraktivitas di area lantai dua dan tiga pada malam hari, setelah pedagang pasar menutup kios.

Kebanyakan pedagang di Blok G sudah mengetahui aktivitas preman di lantai atas. Namun, para pedagang tidak berani melapor.

"Pada takut di sini pedagang (kalau) melapor. Kan kami di sini ada los. Kalau kami melapor, yang ada kami nanti diganggu, bahkan nanti pihak pasar bisa mengusir pedagang," ungkap RU.

Pengamatan Kompas.com di lokasi, suasana di lantai dua dan tiga Pasar Tanah Abang Blok G tidak terurus dan memprihatinkan. Di antara los-los yang dulunya menjadi lapak pedagang, terlihat tumpukan berbagai jenis sampah.

Saat Kompas.com menyusuri kawasan itu, ada potongan manekin, tumpukan sisa kain, sisa sampah plastik yang terbakar, dan sebagainya. Semuanya dalam kondisi kotor dan berbau pesing.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved