Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Nasional

Cadangan Devisa Ambles Imbas Bayar Utang, Rupiah Melemah

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2023 tetap tinggi sebesar 137,5 miliar dolar AS.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
Kompas.com
Ilustrasi uang rupiah.Cadangan Devisa Ambles Imbas Bayar Utang, Rupiah Melemah. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2023 tetap tinggi sebesar 137,5 miliar dolar AS meski jumlahnya menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Mei 2023 sebesar 139,3 miliar dolar AS.

"Penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Jumat 7 Juli 2023.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai bahwa cadangan devisa tersebut tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga.

"Seiring dengan respons bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Erwin Haryono.

Baca juga: Pelanggar Ekspor Minyak Goreng Bakal Kena Sanksi, Potensi Devisa Negara Hilang

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kemarin dibuka ambruk ke level Rp 15.123 per dolar AS, berdasarkan data Bloomberg. Hingga sekira pukul 09.20 WIB, Rupiah bergerak semakin turun ke Rp 15.127 per dolar AS dengan rentang pergerakan di kisaran Rp 15.117 per dolar AS sampai Rp 15.138 per dolar AS.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada pada posisi Rp 15.060 per dolar AS dengan kisaran harian Rp 15.039 per dolar AS hingga Rp 15.137 per dolar AS. Rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp 15.062 per dolar AS.

Analis pasar uang sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah berpotensi menuju Rp 15.100. "Mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif. Namun, ditutup melemah di rentang Rp 15.040 hingga Rp 15.100 per dolar AS," ujar dia.

Ibrahim menjelaskan, sentimen eksternal yang mempengaruhi mata uang Rupiah adalah dari risalah Bank Sentral AS atau The Fed.

Risalah The Fed menunjukkan, bahwa hampir semua anggota bank sentral mendukung lebih banyak kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, mengutip inflasi yang membandel dan pasar tenaga kerja terlalu panas.

"Risalah meningkatkan ekspektasi untuk kenaikan dalam pertemuan akhir Juli Fed. Sementara juga mendorong investor masuk ke dolar dan keluar dari pasar Asia yang berisiko tinggi," katanya.

Baca juga: Bank NTT Menuju Bank Devisa di Tahun 2024 

Selain itu, data selama seminggu terakhir menunjukkan bahwa aktivitas bisnis China memburuk selama tiga bulan berturut-turut di bulan Juni. "Menunjukkan, bahwa pemulihan pasca-Covid-19 di negara tersebut sebagian besar telah kehabisan tenaga," tutur dia.

Sementara itu, sentimen dari dalam negeri yang memengaruhi rupiah adalah Lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB dengan outlook stabil pada 4 Juli 2023. S&P sebelumnya merevisi ke atas outlook menjadi stabil dan mempertahankan peringkat Sovereign Credit Rating Indonesia di level BBB pada 27 April 2022.

Keputusan ini dinilainya mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi yang solid, rekam jejak kebijakan yang baik, dan konsolidasi fiskal yang lebih cepat dari target awal.

Di sisi lain, outlook stabil mencerminkan keyakinan S&P terhadap keberlanjutan pemulihan ekonomi Indonesia untuk dua tahun ke depan, yang akan mendukung kinerja fiskal dan stabilisasi utang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved