KKB Papua

Penjabat Bupati Nduga Edison Gwijangge Negosiasi dengan KKB Papua Bebaskan Pilot Susi Air

Penjabat Bupati Nduga Edison Gwijangge berperan sebagai negosiator untuk proses pembebasan pilot Susi Air yang disandera KKB Papua.

Editor: Alfons Nedabang
TRIBUN-PAPUA.COM/ARNY
Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo melantik Pj Bupati Nduga Edison Gwijangge di halaman Kantor Gubernur Papua Pegunungan, Senin 5 Juni 2023. Terbaru, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meminta Pj Bupati Nduga sebagai negosiator pembebasan pilot Susi Air Philip Mark Merthens. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Penjabat Bupati Nduga Edison Gwijangge berperan sebagai negosiator untuk proses pembebasan pilot Susi Air Philip Mark Mathresn yang disandera KKB Papua.

Hal ini disampaikan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Menurut Yudo Margono, Edison Gwinjangge sudah berada di Wamena untuk menyiapkan pesawat dalam rangka upaya pembebasan pilot Susi Air.

"Untuk pilot, kita sudah percayakan kepada Pj Bupati Nduga untuk melaksanakan negosiasi, dan saat ini Pak Bupati dimonitor sedang berada di Wamena untuk menyiapkan pesawat," kata Yudo Margono di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa 4 Juli 2023.

Mantan KSAL ini menyebutkan bahwa mendapatkan pesawat bukanlah hal mudah karena mereka takut untuk mendekati lokasi yang sudah disepakati oleh pihak pemerintah dan KKB Papua yang menyandera Philip Mark Methrens.

"Kita masih menunggu, ya kita percayakan Pj Bupati Nduga untuk melaksanakan negosiasi," ujarnya.

Baca juga: Pangdam XVII Cenderawasih Sebut Pilot Susi Air Sehat, Negosiasi dengan KKB Papua Terus Dilakukan

Yudo Margono menegaskan keselamatan Philip Mark Methrens maupun masyarakat sekitar tetap menjadi prioritas sehingga negosiasi yang damai tetap dikedepankan.

Lebih lanjut, Yudo Margono mengatakan, ia tak masalah bila KKB Papua mengajukan syarat uang tebusan sebesar Rp 5 miliar untuk membebaskan Philip Mark Methrens.

Menurut Yudo Margono, uang sebesar itu tak masalah digelontorkan demi menyelamatkan nyawa manusia.

"Yang jelas itu tadi untuk damai dan kemanusiaan, apalagi menyangkut nyawa manusia, baik pilot maupun masyarakat setempat, artinya tidak ada apapun yang seharga itu" kata Yudo Margono.

Untuk diketahui, sudah hampir lima bulan berlalu Pilihp Mark Methrens disandera oleh KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.

Nasib pilot berkebangsaan Selandia Baru itu kini di ujung tanduk setelah batas waktu negosiasi yang diberikan KKB Papua pada Sabtu 1 Juli 2023 lalu terlewati.

Baca juga: Takut Diserang KKB Papua, Warga Koroptak Pilih Mengungsi ke Gereja Yehuda, Begini Kata Kapolda

Terbaru, pemerintah menyatakan bakal memenuhi syarat uang tebusan Rp 5 miliar dari KKB demi membebaskan Philip Mark Methrens.

"Sebetulnya terkait hal itu Pemda (Papua) sedang menyiapkan pembayaran uang petugas sejak awal pada saat adanya tuntutan kelompok Egianus Kogoya," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, dikutip dari Kompas TV, Minggu 2 Juli.

"Beberapa saat setelah penyanderaan muncul video pertama adanya tuntutan kepada pemerintah RI yaitu sejumlah uang, senjata, bahan makanan dan bahan medis," ucap Benny.

Menurut Benny, Pemerintah Provinsi Papua telah menyiapkan uang tebusan agar pilot Susi Air dapat dikembalikan dalam kondisi sehat.

"Waktu itu (permintaannya) sebesar Rp 5 miliar, nanti itu dalam proses negosiasi berapa yang akan bisa disanggupi. Namun sejak kita mencoba ruang komunikasi hingga saat ini KKB Egianus tidak pernah membuka negosiasi dengan kami," kata Benny. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved