Berita Timor Tengah Utara
Diduga Meninggal Tak Wajar, Jenazah Calon Kades Fatutasu Timor Tengah Utara Terpilih Diautopsi
Pengambilan sampel organ tubuh korban ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab kematian korban.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Seluruh keluarga besar korban telah bersepakat mengijinkan pihak kepolisian melakukan autopsi terhadap jenasah dari almarhum Yanuarius.
Ia menegaskan, pihaknya tidak memiliki niat sedikitpun untuk menuding siapapun dalam penyampaian laporan tersebut.
Keluarga hanya berniat untuk mengetahui penyebab kematian korban. Pasalnya selama ini, korban selalu dalam kondisi sehat.
Ia mengisahkan, sebelumnya korban meninggal dunia, dirinya dan Almarhum mengikuti Perayaan Ekaristi di Kapela di Desa Fatutasu.
Pasca mengikuti Perayaan Ekaristi, Almarhum Yanuarius yang juga pengurus di Gereja diundang untuk mendampingi pastor untuk makan bersama. Sementara Imelda telah kembali ke rumah terlebih lebih dahulu.
Baca juga: BPMP dan BGP Provinsi Nusa Tenggara Timur Gelar Kegiatan di Timor Tengah Utara
Kira-kira pukul 12.30 Wita, Imelda menghubungi almarhum via telepon agar segera kembali ke rumah untuk mengantar pesanan batako sebanyak 80 buah ke desa sebelah.
Almarhum yang saat itu sementara berada di rumah salah satu saudara di dekat kapela, lanjutnya sempat mengiyakan untuk segera kembali.
Namun hingga pukul 13.00 Wita almarhum tak kunjung kembali ke rumah untuk mengantar pesanan batako tersebut.
Imel menambahkan, sekira pukul 16.00 Wita ia kembali berusaha menghubungi almarhum via handphone.
Meskipun panggilan telepon terhubung, namun tidak diangkat oleh almarhum. Ketika dihubungi kembali, nomor telepon milik almarhum sudah tidak aktif lagi.
Pada pukul 17. 00 Wita, ponakan Imelda membuka Facebook dan melihat postingan di FB dimana almarhum dan sejumlah orang sedang berada di sawah tepat di pinggir Kali Haulasi.
Ponakan Imelda kemudian menyampaikan kepada dirinya mengenai keberadaan almarhum yang sedang mengonsumsi alkohol bersama sejumlah orang.
Pada pukul 19. 00 Wita, ada keluarga yang mendatangi Imelda untuk menjemput almarhum menggunakan mobil. Pasalnya, sesuai pengakuan keluarga tersebut almarhum mabuk berat.
Baca juga: Wakil Bupati Timor Tengah Utara Sebut Pemda Bertekad Bangun Rumah Kreasi
Berbekal senter handphone, Imelda dan beberapa keluarga langsung berangkat menuju ke sawah tempat almarhum berada.
Ketika tiba di sawah, kata Imelda, terlihat beberapa rekan almarhum sementara duduk mengelilingi almarhum yang sedang tertidur.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.