Berita Sikka
Nelayan di Desa Nangahale Sikka Keluhkan Maraknya Bom Ikan di Pulau Babi
Bahkan dalam seminggu, warga sekitar yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan mendengar sekitar empat sampai lima kali ledakan bom ikan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Warga Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka yang tinggal di Pulau Babi, dalam beberapa minggu terakhir, dikejutkan oleh dentuman bom di kawasan Pantai Pulau Babi. Bunyi ledakan tersebut diduga dilakukan para pengebom ikan di kawasan itu.
Seorang nelayan dari Desa Nanghale, Hamzah Hilal (56) mengatakan, aktivitas bom ikan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab di tempat itu sudah berlangsung lama. Namun, aktivitas tersebut meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Bahkan dalam seminggu, warga sekitar yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan mendengar sekitar empat sampai lima kali ledakan bom ikan di sekitar pantai tersebut.
Baca juga: Krisis Air Bersih, Warga Pulau Babi Sikka Ambil Air Sejauh 6 Kilometer Pakai Sampan
"Satu minggu itu kami biasa dengar bunyi ledakan bom empat sampai lima kali," katanya, Selasa 20 Juni 2023.
Bukan hanya bom ikan, Hamzah mengaku sekelompok orang tersebut juga menangkap ikan menggunakan pukat harimau, potas dan bius.
Hamzah yang setiap harinya menangkap ikan menggunakan pancing dan jaring pukat, mengungkapkan kalau dulunya itu, sangat mudah menjaring ikan di wilayah pantai Pulau Babi namun sekarang harus menempuh jarak yang jauh ke tengah laut.
"Semua nelayan di daerah ini sekarang keluhkan susahnya menjaring ikan, ikan sudah tidak pernah lagi kelihatan di pinggir pantai," keluh Hamzah.
Baca juga: Soal Penertiban Baliho Bacaleg, Bawaslu Sikka Menunggu Petunjuk Resmi Bawaslu RI
Ia mengungkapkan sumber daya ikan di wilayah tersebut dulunya melimpah, namun akhir-akhir ini sangat marak penangkapan secara ilegal, seperti pengeboman ikan, obat bius, hingga alat tangkap berbahaya lainnya.
Ia bersama dengan para nelayan di Pulau Babi hanya berharap agar pihak kepolisian bisa turun untuk menangani langsung nelayan-nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan cara tidak ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala Desa Nangahale Sahanudin saat dihubungi POS-KUPANG.COM, menjelaskan akan berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk melakukan patroli di sekitar lokasi tersebut.
Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak boleh menangkap ikan dengan cara membom ikan, karena akan mematikan ikan dari yang kecil hingga besar, tetapi juga merusak terumbu karang di kawasan itu, sehingga bisa merusak ekosistem terumbu karang yang ada dalam radius yang cukup luas. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.