Berita NTT

FKKH Undana Gelar IbM Penerapan Aplikasi Teknologi SIG dalam Sistem Surveilans Penyakit Menular 

Conrad pun berharap, cara-cara penerapan aplikasi yang disampaikan bisa dipahami dan bisa diaplikasikan dengan baik oleh para petugas Puskesmas.

POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
PELATIHAN- Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memberikan pelatihan penerapan aplikasi Teknologi Sistem Informasi Geografis atau dalam sistem surveilans penyakit menular bagi petugas di Puskesmas Bakunase yang berlangsung di Aula Lantai II Puskesmas Bakunase, Rabu 14 Juni 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS KUPANG.COM, KUPANG - Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar Ipteks bagi Masyarakat (IbM) penerapan aplikasi Teknologi Sistem Informasi Geografis atau disebut SIG dalam sistem surveilans penyakit menular.

Kegiatan ini melibatkan beberapa dosen FKKH Undana serta para petugas di Puskesmas Bakunase yang berlangsung di Aula Lantai II Puskesmas Bakunase, Rabu 14 Juni 2023.

Conrad LH Folamauk selaku pemateri sekaligus dosen FKKH mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang sebelumnya hanya dipakai dalam bidang kartografi atau bidang geografis.

Baca juga: FKKH Undana Gelar IbM Management Stres Bagi Pegawai di Puskesmas Bakunase

"Sekarang kita bisa terapkan untuk membantu proses surveilans di Puskesmas. Jadi lebih mempermudah kerja dari Puskesmas dalam hal untuk menyampaikan informasi atau masalah kesehatan yang terjadi di Wilayah Puskesmas, "kata Conrad.

Conrad menuturkan, aplikasi SIG tersebut penting untuk bisa digunakan, karena lebih menyederhanakan informasnya, sehingga lebih mudah untuk dilihat dan diketahui,

"Biasanya kan hanya disajikan dalam bentuk tabel atau dalam bentuk diagram lingkaran atau diagram batang. Tetapi sekarang, dalam aplikasi ini disajikan dalam bentuk peta tematik, sehingga mudah untuk terbaca, Contohnya saja, yang sebelumnya itu dibuatkan manual, tetapi sekarang disajikan dalam bentuk peta distribusi untuk kesehatan atau masalah kesehatan penyakit tertentu," jelasnya.

Baca juga: FKKH Undana Kupang Sosialisasikan Pentingnya Pemeriksaan USG untuk Kehamilan

Dalam mengakomodir data, lanjut Conrad, biasanya di Puskesmas akan dilaporkan data kesehatan dalam bentuk profil kesehatan masyarakat ke Dinas Kesehatan hanya dalam bentuk tabel saja. Tetapi, jika menggunakan aplikasi SIG bisa lebih ditingkatkan kualitas datanya.

"Misalnya terkait kasus kematiannya berapa dari jumlah penduduk. Jika menggunakan aplikasi SIG lebih ditingkatkan kualitas datanya. Sehingga lebih mudah dan lebih cepat kita tahu berapa jumlah masalahnya. Itu ditekankan di Lokasi terjadinya masalah kesehatan dalam bentuk peta," terangnya.

Lebih lanjut, Conrad menyampaikan, untuk di dunia akademisi, aplikasi SIG sering digunakan, tetapi untuk di Puskesmas, aplikasi tersebut menjadi hal baru dalam hal penerapannya, Karena, di Puskesmas lebih banyak diminta data dalam bentuk tabel atau diagram. Sementara kalau disajikan dalam bentuk peta sangat jarang.

Baca juga: Antisipasi Kasus Rabies, FKKH Undana Gelar Bakti Sosial "Together We Share, Together We Care"

"Aplikasi ini sangat bermanfaat karena lebih menggambarkan situasi kesehatannya berdasarkan lokasi atau tempat tinggal masyarakatnya. Sebenarnya ini menjadi mudah untuk diaplikasikan dan sangat membant. Tetapi, di Puskesmas masih menggunakan hal yang lama, sehingga kita perlu untuk menyampaikan dan menjelaskan penerapan aplikasi SIG ini kepada para petugas di Puskesmas," ungkapnya.

Conrad menegaskan aplikasi SIG ditekankan kepada petugas surveilans dalam hal mengambil dan menyajikan data terkait suatu kasus kesehatan, Para petugas surveilens yang memiliki tanggungjawab,

"Kami sudah sepakat dengan petugasnya, agar ke depannya lebih intens lagi untuk pelatihannya. Karena aplikasi ini harus dilatih cara penggunaan softwarenya. Selain itu, aplikasi ini juga baru bukan seperti Sitem Informasi Kesehatan yang seperti sebelumnya, Sehingga harus ada pertemua lagi yang lebih intens untuk membahas aplikasi seperti cara-cara pengoperasiannya seperti apa, khususnya untuk surveilans ini," terangnya.

Conrad pun berharap, cara-cara penerapan aplikasi yang disampaikan bisa dipahami dan bisa diaplikasikan dengan baik oleh para petugas Puskesmas.

"Semoga ilmu yang saya berikan bermanfaat bagi peserta sehingga lebih mudah dan lebih gampang dalam penyampaian serta lebih berisi atau lebih berkualitas data/ informasi yang disampaikan kepada Dinas Kesehatan maupun ke Masyarakat," harapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved