Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026

Menlu Retno Marsudi Tanda Tangan MoU Batas Laut Indonesia-Malaysia

Menlu Retno Marsudi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) mengenai batas laut antara Indonesia-Malaysia setelah berunding selama 18 tahun.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SEKRETARIAT PRESIDEN
Nota kesepahaman tentang perbatasan Selat Malaka bagian selatan dan Laut Sulawesi ditandatangani Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menlu Malaysia Dato’ Seri Diraja Zambry Abdul Kadir. 

POS-KUPANG.COM, KUALA LUMPUR - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) mengenai batas laut antara Indonesia-Malaysia setelah berunding selama 18 tahun. Kesepakatan tersebut meliputi perbatasan laut di Selat Malaka dan Laut Sulawesi.

Kesepakatan ini bagian dari sejumlah kesepakatan yang ditandatangani dua negara dalam lawatan Presiden Joko Widodo ke Malaysia, Kamis 8 Juni 2023.

Lawatan Presiden ke negeri jiran itu sebagai balasan atas kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, Januari 2023, ke Indonesia, negara pertama yang dikunjunginya seusai dilantik selaku PM.

Jokowi dan Anwar Ibrahim di Putrajaya Malaysia_0203
Presiden Joko Widodo dan PM Malaysia Anwar Ibrahim menyambut baik penyelesaian batas laut Indonesia Malaysia melalui pernyataan bersama di kediaman resmi PM Malaysia di Seri Perdana, Putrajaya, Malaysia, Kamis 8 Juni 2023.

”Saya menyambut baik penyelesaian negosiasi batas laut teritorial di Laut Sulawesi, di Selat Malaka bagian selatan, setelah 18 tahun proses negosiasi. (Setelah) 18 tahun, bisa diselesaikan. Ini, alhamdulillah, berkat Seri Anwar Ibrahim yang bekerja cepat dibantu para menteri,” ujar Presiden Jokowi dalam pernyataan bersama PM Anwar di kediaman resmi PM Malaysia di Seri Perdana, Putrajaya, Malaysia.

Nota kesepahaman tentang perbatasan Selat Malaka bagian selatan dan Laut Sulawesi ditandatangani Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menlu Malaysia Dato’ Seri Diraja Zambry Abdul Kadir.

Selain itu, ditandatangani pula nota kesepahaman terkait dengan perjanjian lintas batas, perjanjian perdagangan perbatasan, sertifikasi halal, dan kerja sama promosi investasi.

Baca juga: Pengakuan Jokowi Ikut Campur dalam Pilpres Meningkatkan Masalah Politik Tetapi Tidak Melawan Hukum

Perjanjian lintas batas ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Mendagri Malaysia Dato’ Seri Saifuddin Nasution.

Adapun perjanjian perdagangan perbatasan ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan  Menteri Perdagangan Internasional dan Industri  Malaysia Tengku Zafrul Aziz.

Sementara itu, nota kesepahaman untuk sertifikasi halal ditandatangani Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama RI Muhammad Aqil Irham dan Ketua Pengarah Kemajuan Islam Malaysia Datuk Hakimah Mohd Yusoff.

Nota Kesepahaman Kerja Sama Promosi Investasi dilakukan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dengan  Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Tengku Zafrul Aziz.

Hubungan dekat

Anwar menyebut kesepakatan-kesepakatan itu buah dari hubungan dekat seperti hubungan keluarga antara dirinya dan Jokowi.

”Presiden (Jokowi) dan saya sangat bangga, berkat (hubungan dekat) ini kami bisa menyelesaikan isu yang sudah bertahun-tahun dirundingkan,” kata Anwar, yang dikutip kantor berita Bernama.

Pada pertemuan itu, Jokowi dan Anwar sama-sama mengungkapkan kedekatan relasi Indonesia dan Malaysia.

Jokowi (61) menyebut Anwar (75) dengan sapaan ”kakak” dan ”sahabat baik”.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved