Berita NTT
Pengamat Olahraga, Johny Lumba Nilai Pembinaan Berjenjang Hasilkan Prestasi Terbaik Sepakbola NTT
PSSI mulai dari usia muda hingga senior, serta ada pula Liga 3, Liga 2, Liga 1 memberikan dampak positif dari prestasi yang diperoleh saat ini.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Direktur Teknik Asprov NTT, Dr. Johny Lumba menilai kemenangan Timnas sebuah momentum yang sangat dinantikan.
Momentum, ujar Johny dimana pembinaan sepak bola yang sudah dilakukan di Indonesia secara berjenjang dan berkelanjutan mulai dari U-13, U-15, U-17, U-19, U-21
Saat ini, lanjut Johny U-22 yang bisa tampil selama 32 tahun, bisa kalahkan Thailand di Sea-Games 2023
Prestasi ini lahir dari anak-anak bangsa yang gagal bertanding dalam pertandingan Pertandingan Piala Dunia U-20 banyak komentar dan keputusan yang sangat merugikan bangsa Indonesia.
Baca juga: SEA Games 2023, Komandan Denpom IX/1 Kupang Sebut Motivasi Bagi Sepak Bola di NTT
Namun motivasi untuk menangkan SEA GAMES melalui Pertandingan U-22 di tangan Indra Safri sebagai Direktur Teknik PSSI yang mampu merangkul mantan pemain seperti Yeyen Tumena, Bima Sakti, Kurniawan Yulianto, Eko Pujianto, dan lainnya yang berasal dari seluruh indonesia untuk memberikan motivasi bagi para pemain muda U-20 agar dapat memberikan impian terbesar.
Sepak bola maju jika ada pembinaan, dan sepakbola akan berkembang bila ada kompetisi.
Rundown yang telah dibuat oleh PSSI mulai dari usia muda hingga senior, serta ada pula Liga 3, Liga 2, Liga 1 memberikan dampak positif dari prestasi yang diperoleh saat ini.
Kedepannya, pembinaan menjadi sebuah embrio bagi prestasi untuk masa akan datang, dan NTT harus kerja keras terlebih NTT menjadi tuan rumah PON 2028.
Dan perlu menyadari bahwa NTT belum memberikan kontribusi, jika tahun 2028 NTT sukses melaksankan PON maka harus melakukan pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan.
Ada lima tahapan pembinaan yang mampu memberikan sumbangan prestasi bagi sepakbola antara lain :
Pembinaan usia anak 6-9 tahun yang disebut fundamental training, pembinaan 9-12 tahun yang disebut belajar berlatih.
Baca juga: Lima Organisasi Profesi Nakes NTT Sampaikan Keluhan RUU Kesehatan kepada Emi Nomleni
Pembinaan 12-15 tahun yang disebut berlatih untuk berlatih, pembinaan usia 16-18 tahun yang disebut berlatih untuk kompetisi dan pelatihan 18 tahun ke atas tujuannya untuk juara.
Artinya jika tahapan pelatihan secara berjenjang sesuai kurikulum sepakbola Indonesia, maka NTT akan memberikan prestasi sepakbola untuk NTT dan Indonesia.
Harus ada bank data jumlah sekolah, jumlah pemain, harus ada talenta scouting untuk mendata pemain sepakbola, sehingga sepakbola NTT mampu memberikan prestasi terbaik. (zee)
Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Tokoh Muda Pariwisata dan Industri Kreatif NTT Ivan Raymond Rondo Maju Calon DPD RI |
![]() |
---|
Garuda Muda Ukir Prestasi, DPRD NTT: Itu Bukti Indonesia Mampu Bangun Supremasi Olahraga di Asia |
![]() |
---|
Pelatih Pencak Silat NTT Bangga Tiga Pesilat Ukir Prestasi di SEA Games Kamboja 2023 |
![]() |
---|
Tim Cricket Raih Emas di SEA Games, Inche Sayuna Sebut Jadi Amunisi Baru Bagi NTT |
![]() |
---|
Marsellinus Ado Wawo: Wajah Baru Bacaleg DPR RI 2024-2029 Partai Golkar Dapil 1 NTT |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.