Berita NTT

15 Daerah di NTT Waspada Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Dimana Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pun telah memasuki musim kemarau namun masih dilanda hujan hingga awal Mei mendatang.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Ilustrasi hujan angin. BMKG imbau masyarakat waspada adanya siklon tropis 98S 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sejumlah wilayah Indonesia tercatat sempat mengalami kenaikan suhu maksimum harian sepekan belakangan.

Dimana Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pun telah memasuki musim kemarau namun masih dilanda hujan hingga awal Mei mendatang.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca itu diperkirakan terjadi dari 25 April hingga 1 Mei 2023 mendatang.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG, Waspada Angin Kencang Disertai Petir

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 27 April 2023 menyampaikan soal peringatan dini atas prospek cuaca ini.

Ia mengatakan umumnya cuaca cerah berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang juga dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat akan terjadi di sejumlah wilayah di NTT.

Menurut dia, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kab Kupang, Sumba Timur, Sabu, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya akan mengalami ini dari 25 hingga 29 April 2023.

"Ada 15 wilayah di NTT yang berpotensi mengalami cuaca ini," tuturnya.

Sementara di periode 29 April hingga 1 Mei 2023 umumnya cuaca cerah hingga berawan untuk wilayah selain Pulau Flores.

Pulau Flores diperkirakan umumnya akan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan dan berpotensi hujan ringan periode 29 April hingga 1 Mei 2023.

Agung mengatakan kondisi ini perlu diwaspadai sebagai cuaca ekstrem akibat peralihan musim dengan adanya angin kencang berdurasi singkat, puting beliung, hujan es maupun sambaran petir.

Baca juga: BMKG NTT Beri Penjelasan Terkait Panas Ekstrim di Indonesia 

Terdapat 12 daerah di NTT juga yang ada dalam kategori Waspada hujan lebat dari 26 - 27 April ini. 

Ia menyebut NTT masih dalam taraf aman karena tidak ada daerah yang masuk dalam kategori status yang lebih tinggi seperti Siaga dan Awas.

"Daerah yang waspada itu Lembata, Timor Tengah Utara, Belu, Kupang, Flores Timur, Malaka, Timor Tengah Selatan, Alor, Ende, Sikka, Ngada dan Manggarai Timur," tukasnya Rabu 26 April 2023.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Tiga Hari ke Depan Manggarai Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Sedangkan sejumlah daerah di Indonesia belakangan diketahui mengalami kenaikan suhu maksimum harian tertinggi mencapai 37,2° Celcius (C).

Ciputat, Tangerang Selatan adalah daerah yang mencapai suhu maksimum harian tertinggi tersebut pada dasarian II April ini tepatnya pada tanggal 17 April 2023. Terdapat 9 daerah lainnya dengan suhu maksimum harian pada rata-rata 36° C. NTT tak termasuk di dalamnya.

Untuk kondisi suhu maksimum harian di Kota Kupang sendiri, kata dia, masih dalam taraf normal. Pihaknya mencatat sejak tanggal 16 April hingga 22 April lalu suhu di Kota Kupang pada kisaran 31,0° Celsius (C) hingga dengan 32,7 ° C.

"Data yang tercatat suhu maksimal di Kota Kupang.  Alhamdulillah masih aman," ungkap Agung.

Wilayah Asia Selatan pun tengah mengalami gelombang panas atau heatwave. Daerah terpanas di dunia sendiri adalah Kumarkhali yaitu kota di distrik Kusthia, Bangladesh.

Wilayah ini menjadi daerah terpanas dengan suhu maksimum harian yang tercatat sebesar 51,2 C pada 17 April 2023. 10 kota terpanas di Asia lainnya terjadi sebagian besarnya di Myanmar dan India.

Baca juga: Panas Ekstrem Landa Indonesia, Ultraviolet Kategori Berbahaya, BMKG Keluarkan Peringatan

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati, dalam rilisnya membenarkan adanya gelombang panas melanda Asia tapi tidak terjadi di Indonesia.

Suhu panas di Indonesia bukan gelombang panas, tegas dia, dan suhu maksimum harian pun sudah mulai turun.

Secara karakteristik suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa.

"Dan terjadi setiap tahun sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya," ujarnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved