Idul Fitri 2023

Presiden Astronomi Jeddah: Idul Fitri Jatuh pada Hari Jumat 21 April 2023

Majed Abu Zahra, presiden Masyarakat Astronomi di Jeddah, menyatakan perhitungan astronomi menunjukkan bahwa Jumat menjadi hari pertama Idul Fitri.

Editor: Agustinus Sape
saudigazette.com.sa
Perhitungan Masyarakat Astronomi Jeddah menunjukkan Idul Fitri akan jatuh pada hari Jumat 21 April 2023. Hal ini akan didahului gerhana matahari hibrida pada Kamis 20 April 2023. 

Setelah itu, baru lintasan gerhana memasuki wilayah Indonesia. ”Daratan pertama di Indonesia yang dilintasi gerhana adalah Pulau Kisar,” kata Kepala Observatorium Bosscha Premana W Premadi dalam gelar wicara daring ”Menyambut Gerhana Matahari Total 20 April 2023” di Lembang, Jawa Barat, Sabtu 18 Maret 2023.

Kisar termasuk pulau terdepan dan terpencil di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Ilustrasi gerhana matahari cincin. Timor Leste dan wilayah Indonesia Timur akan mengalami Gerhana Matahari Hibrida pada Kamis 20 April 2023.
Ilustrasi gerhana matahari cincin. Timor Leste dan wilayah Indonesia Timur akan mengalami Gerhana Matahari Hibrida pada Kamis 20 April 2023. (nasa.gov)

Dari Kisar, jalur gerhana bergerak ke melintasi sisi tenggara Laut Banda dan melalui sejumlah pulau kecil di MBD.

Lintasan gerhana terus menyusuri lautan hingga kembali melalui daratan di utara Kepulauan Watubela, Seram Bagian Timur, Maluku.

Setelah melalui timur Laut Seram, jalur gerhana memasuki daratan paruh burung Papua, di bagian tengah Semenanjung Bomberay, Fakfak, Papua Barat.

Berikutnya, lintasan gerhana akan melewati bagian timur Teluk Bintuni, utara Teluk Wondama, hingga akhirnya melintasi pulau-pulau di pesisir utara Papua di barat Kabupaten Kepulauan Yapen dan selatan Biak Numfor.

Selepas itu, jalur gerhana kembali memasuki lautan dan berakhir seiring terbenamnya Matahari di sisi timur Kepulauan Marshall, barat Samudra Pasifik.

Di sepanjang lintasan gerhana itu, GMC hanya bisa dinikmati di kedua ujung jalur gerhana, yaitu di selatan Samudra Hindia dan barat Samudra Pasifik. Sisanya, masyarakat di semua wilayah daratan yang dilintasi jalur gerhana ini hanya bisa melihat GMT.

”Sejak lintasan gerhana memasuki Australia, gerhana yang terjadi adalah GMT, bukan GMC,” tambah komunikator astronomi dari Langitselatan, Avivah Yamani, dalam Bincang Astronomi: Menikmati Gerhana Matahari 2023 dengan Sederhana, Sabtu 1 April 2023.

Keseluruhan proses gerhana berlangsung selama 5 jam 25 menit, tetapi gerhana matahari total hanya terjadi selama 1 menit 16 detik.

Puncak gerhana terbaik terjadi di perairan selatan Timor Leste pada pukul 13.18 WIT. Waktu terjadinya gerhana di tempat lain harus disesuaikan dengan waktu setempat, termasuk untuk wilayah lain di Indonesia yang hanya bisa melihat gerhana Matahari sebagian (GMS).

Langka

Gerhana Matahari sejatinya bukanlah peristiwa langka. Setiap tahun, setidaknya terjadi 2-5 kali gerhana Matahari. Namun, menjadi istimewa karena hanya di daerah-daerah tertentu peristiwa ini bisa disaksikan.

Masyarakat yang tinggal di satu wilayah tertentu, dalam seumur hidup mereka, belum tentu bisa menyaksikan gerhana Matahari, khususnya GMT yang spektakuler, apalagi GMH.

GMT spektakuler karena dampaknya sangat terasa. Saat piringan Bulan menutupi bulatan Matahari secara penuh, langit pada pagi hingga sore hari yang terang tiba-tiba berubah menjadi gelap. Suhu turun, kecepatan angin berubah, aneka satwa mendadak berperilaku aneh, termasuk riuh kicau burung yang tidak biasa. Semua itu berpadu dengan decak kagum manusia, tak jarang sampai mengeluarkan air mata, yang menyaksikan langsung keagungan semesta.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved