Pilpres 2024

Prabowo Diprediksi Bakal Diusung Koalisi Besar, Posisi Cawapres Diisi Parpol Kursi Terbanyak DPR RI

Prabowo Subianti diprediksi akan menjadi calon presiden yang nantinya diusung oleh koalisi besar yang kini sedang diwacanakan. Cawapresnya, Airlangga.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
USUNG PRABOWO – Jika koalisi kebangkitan bakal terbentuk, maka sosok yang diusung jadi calon presiden adalah Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan Muhammad Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer Jumat 14 April 2023. 

POS-KUPANG.COM – Prabowo Subianto diprediksi akan menjadi calon presiden yang nantinya diusung oleh koalisi besar yang kini sedang diwacanakan. Koalisi besar itu nantinya beranggotakan lima partai politik di DPR RI.

Prediksi tersebut disampaikan Muhammad Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer dalam diskusi Total Politik yang dilansir Pos-Kupang.Com dari Tribunnews.com, Sabtu 15 April 2023.

Muhammad Qodari mengatakan itu setelah melihat makin kuatnya spirit membentuk koalisi besar dan Prabowo Subianto sebagai figur yang terus bergerak untuk mendorong terbentuknya koalisi tersebut menjelang Pilpres 2024.

Dikatakannya, salah satu syarat bagi sosok yang akan diusung jadi calon presiden pada koalisi besar, adalah tingginya elektabilitas figur pada koalisi tersebut.

Jika syaratnya demikian, lanjut dia, maka jawabannya hanya ada pada Prabowo Subianto. Artinya, Prabowo yang punya elektabilitas tertinggi di koalisi besar dan pantas diusung jadi calon presiden pada Pilpres 2024.

Baca juga: Daniel Johan Bocorkan Rencana PKB: Segera Diumumkan Nama Capres-Cawapres Koalisi KIR

Untuk diketahui, koalisi besar tersebut merupakan sinergi dua koalisi partai politik yang selama ini sudah terbentuk. Dua koalisi itu, yakni Koalisi KIR dan Koalisi Indonesia Bersatu.

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya beranggotakan Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB. Sementara Koalisi Indonesia Bersatu merupakan sinergi dari Partai Golkar, PAN dan PPP.

Dengan demikian, maka koalisi besar tersebut terdiri dari lima partai besar, yakni Partai Golkar, Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB, PAN ( Partai Amanat Nasional ) dan Partai Persatuan Pembangunan atau PPP.

"Koalisi besar inilah yang nantinya dikuatkan oleh calon presidennya. Karena elektabilitas calon ada pada Prabowo Subianto, maka sosok inilah yang berkemungkinan akan diusung oleh koalisi besar tersebut," ujar Muhammad Qodari.

"Jadi saya kira Pak Prabowo sebagai calon presiden, relatif mudah disepakati oleh partai-partai itu," kata Qodari.

Yang nantinya menjadi hal yang rumit, adalah sosok yang akan dijagokan sebagai calon wakil presiden. Jika kriterianya adalah partai dengan kursi terbanyak di DPR RI, maka peluang itu ada pada Airlangga Hartarto.

"Kalau calon wakil presiden diambil dari kursi terbanyak di DPR RI, maka nanti akan diisi oleh Airlangga Hartarto. Tetapi, apakah PAN, PPP, PKB bisa menerimanya? Itu hal yang pasti akan dibicarakan lagi," tambahnya.

Menurut Qodari pengalaman selama ini kalau ketua partai itu inginkan posisi tersebut, maka bolanya bisa terpentak kepada figur non partai. Dan itu berarti nama Erick Thohir  bisa muncul.

"Contoh kongkrit misalnya waktu itu pilpres sebelumnya kalau patokannya kursi partai barang kali Golkar, tapikan nggak. Orang non partai yakni Maruf Amin sebelumnya nama Mahfud MD juga keluar yang notabene bukan orang partai," tegasnya.

Baca juga: Koalisi Besar Segera Bikin RPJP, Airlangga Hartarto: Akan Dibahas Dalam Waktu Dekat

"Jadi nanti siapa calon wakil presiden ditentukan oleh calon presidennya bukan partai koalisi. Lihat saja sekarang Koalisi Perubahan. Kalau ingin tanya wakilnya siapa dari Koalisi Besar tanyakan kepada Prabowo Subianto," tutupnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved