KKB Papua
Usai Temui Prabowo Subianto, Susi Pudjiastuti Tuliskan Kalimat Ini: Yang Ganggu Kita Tenggelamkan
Susi Pudjiastuti menuliskan kalimat yang biasa diucapkan saat masih sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kabinet Indonesia Maju 2014-2019 lalu
POS-KUPANG.COM - Susi Pudjiastuti menuliskan kalimat yang biasa diucapkan saat masih aktif sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kabinet Indonesia Maju periode 2014-2019 lalu.
Kalimat yang dituliskannya tersebut diunggahnya di media sosial seusai menemui Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, Rabu 12 April 2023.
Untuk diketahui, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI itu diundang Prabowo Subianto ke Kantor Kemenhan RI, Jakarta Pusat, Rabu 12 April 2023.
Seusai pertemuan dengan Prabowo di ruang kerjanya itu, Susi Pudjiastuti pun mengungkapkan bahwa saat itu mereka sempat membahas isu pertahanan NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ) .
Susi menyampaikan hal itu melalui unggahan di media sosial yang menampilkan momen pertemuan dan bincang-bincang mereka.
Baca juga: Susi Pudjiastuti Bicara Soal Pilot yang Disander KKB: Dia Itu Bapa Rumah Tangga, Orangnya Baik
"Yang pasti, pesan dari beliau ( Prabowo Subianto ), adalah: yang mengganggu pertahanan Indonesia, harus kita tenggelamkan," tulis Susi Pudjiastuti.
Kalimat "kita tenggelamkan" sesungguhnya kata-kata yang sering dia ucapkan sewaktu masih menjabat sebagai 'orang dekat' Presiden Jokowi dan dalam kapasitas sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI.
Kendati saat ini ia tak lagi mengemban tugas tersebut, namun dua kata ini masih suka diucapkan Susi di media sosial.
Kalimat tersebut dia ucapkan ketika berinteraksi dengan netizen lain atau saat mengomentari pemberitaan yang viral di media sosial.
Untuk diketahui, Susi Pudjiastuti, Founder Susi Air, masih kerap menjadi bahan pergunjingan publik.
Namanya kembali mencuat, setelah dua bulan lalu, tepatnya 7 Februari 2023, salah satu pesawat miliknya yang beroperasi di Papua, yakni pesawat Susi Air, dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Egianus Kogoya.
Tak hanya membakar pesawat yang melayani rute penerbangan perintis di daerah bergolak itu, tapi KKB Papua juga menyandera pilot Phillips Mark Merthens.
Bahkan sejak 7 Februari 2023 lalu sampai dengan saat ini, pilot berkebangsaan Australia tersebut, belum diketahui keberadaannya.
Selain karena medan Papua yang berat, jaringan telekomunikasi yang buruk juga menjadi penyebab utama, mengapa pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu belum bisa dideteksi keberadaannya.
Apalagi tersiar dugaan, bahwa pilot yang disandera itu selalu dibawa kemana pun Egianus Kogoya berada.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.