Paskah 2023

Perayaan Ibadah Jumat Agung 7 April 2023, Lengkap Passio dan Renungan Harian Katolik

Berikut ini adalah teks Tata Ibadah Sabda Jumat Agung 7 April 2023, lengkap dengan bacaan, passio dan Renungan Harian Katolik dan doa umat.

Editor: Agustinus Sape
Capture Film The Passion of Christ
ilustrasi Perayaan Jumat Agung 7 April 2023, peringatan sengsara dan wafat Yesus Kristus di Salib. 

POS-KUPANG.COM - Berikut ini adalah teks Tata Ibadah Sabda Jumat Agung 7 April 2023, lengkap dengan bacaan, passio dan Renungan Harian Katolik dan doa umat.

Tata Ibadah Sabda Jumat Agung ini disusun oleh RP. Petrus Cristologus Dhogo SVD dari Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero Maumere berdasarkan Tatap Perayaan Sabda Jumat Agung Tanpa Imam yang diterbitkan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2023. Disertakan pula keterangan untuk setiap tahapan ibadah.

Teks ini disediakan untuk membantu umat yang oleh karena kondisi tertentu tidak dapat merayakan misa Kamis Putih bersama imam atau karena ketiadaan imam, maka diakon, frater, bruder, suster, katekis, guru agama atau umat awam lainnya yang dianggap mampu bisa mengambil peran sebagai pemimpin Ibadah Jumat Agung ini.

IBADAH SABDA JUMAT AGUNG JUMAT, 7 APRIL 2023

Para petugas hendaknya mempersiapkan diri di sakristi atau di
ruang khusus. Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita
ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan
bumi”.

Sebelum perarakan, seorang Komentator akan membacakan Kata
Pembuka berikut ini.

01. KATA PEMBUKA oleh Komentator

Saudara-saudari seiman dalam Kristus, hari ini kita
berkumpul bersama untuk memperingati sengsara
Tuhan kita Yesus Kristus dan wafat-Nya di kayu salib.
Kita merayakannya dengan hati terbuka dan rasa
syukur atas karunia cinta kasih Allah yang sedemikian
mengagumkan.
Perayaan ini akan dimulai dengan perarakan masuk
dalam keheningan tanpa nyanyian, tanpa tanda salib
dan salam, dilanjutkan dengan Upacara Sabda.
Kisah Sengsara Tuhan kita merupakan bagian utama
perayaan ini. Kita diajak untuk mendengarkan dan
mengikuti Kisah Sengsara ini dengan penuh
perhatian. Sesudah itu akan dilanjutkan dengan Doa
Umat Meriah untuk menyampaikan berbagai ujud-ujud
Gereja. Kemudian dilanjutkan dengan upacara
Penyembahan Salib. Setiap orang diberi kesempatan
juga untuk menyembah Salib sebagai ungkapan kasih
kepada Tuhan yang telah rela menderita sengsara
untuk kebahagiaan hidup kita.
[Jika ada penerimaan komuni]
Akhirnya, dalam perayaan ini kita akan
mempersatukan diri secara lebih mesra
dengan Yesus Tuhan dengan menyambut
Tubuh-Nya yang suci.
Marilah kita berdiri untuk memulai perayaan kita
mengenangkan wafat Tuhan Yesus Kristus.
Perarakan para petugas dilakukan dalam keheningan. Setelah tiba
di depan altar, para petugas berlutut sejenak. Seorang komentator
bisa mengajak umat untuk berlutut juga, sampai para petugas
berdiri. Lalu para petugas pergi ke tempat masing-masing.
Selanjutnya, Pemimpin membuka perayaan ini dengan Doa
Pembuka, TANPA TANDA SALIB.

02. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa,
Ya Allah, dengan sengsara Kristus, Putra-Mu dan
Tuhan kami, Engkau telah membebaskan kami dari
kematian, warisan dosa pusaka, yang diturunkan
kepada seluruh bangsa manusia. Perbaruilah kami
menjadi serupa dengan Dia. Sebagaimana kami
membawa dalam diri kami citra manusia duniawi
sejak lahir, demikian pula semoga kami membawa
cintra manusia surgawi berkat daya anugerah-Mu
yang menguduskan kami.
Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
U : Amin.

03. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk
mendengarkan Sabda Tuhan yang berbicara
tentang kematian Sang Mesias. Bacaan-bacaan
berikut ini agak panjang, tetapi kita diajak untuk
turut serta merasakan penderitaan Tuhan kita
Yesus Kristus melalui bacaan-bacaan ini.
[Bacaan dibacakan dari Alkitab]

04. BACAAN PERTAMA (Yes. 52:13-53:12)

L : Bacaan dari Kitab Yesaya.
Allah bersabda: “Sesungguhnya, hamba-Ku akan
berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan
dimuliakan. Seperti banyak orang akan tertegun
melihat dia begitu buruk rupanya, bukan seperti
manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak
manusia lagi. Demikianlah ia akan membuat
tercengang banyak bangsa, raja-raja akan
mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa
yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka
lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan
mereka pahami.
Siapakah yang percaya kepada berita yang kami
dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan
TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di
hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah
kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak
ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun
tidak, sehingga kita menginginkannya.
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh
kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan;
ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya
terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk
hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah
yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang
dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah,
dipukul dan ditindas Allah.
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan
kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;
ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi
kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya
kita menjadi sembuh.
Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing
kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah
menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas
dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba
yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba
yang kelu di depan orang-orang yang menggunting
bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil,
dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang
hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena
tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara
orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di
antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat
kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi
TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan
kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai
korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN
akan terlaksana olehnya.
Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang
dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang
yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh
hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab
itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang
besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh
orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai
ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke
dalam maut dan karena ia terhitung di antara
pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk
pemberontak-pemberontak”.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

05. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved