Ramadhan 2023
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadhan 2023 di Kabupaten/Kota di NTT Hari Ini, 6 April 2023
Inilah Jadwal Imsak dan buka puasa Ramadhan 2023 di kabupaten/kota di NTT Hari Ini, Kamis 6 April 2023 atau 15 Ramadhan 1444 Hijriyah.
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
Sebab, Imsak dianggap sebagai penanda dimulainya waktu Puasa Ramadhan.
Pada kenyataannya, Imsak tidak ada di dalam ajaran Islam. Sehingga hal itu hanyalah sebuah istilah yang digunakan untuk membantu kita untuk mengingat bahwa seseorang masih bisa makan untuk beberapa menit lagi sebelum waktu Subuh tiba.
Sementara itu, Ustadz Abdul Somad menjelaskan Imsak tidak berperan sebagai lampu merah yang artinya tidak boleh makan atau minum sama sekali.
Ustadz Abdul Somad juga mengatakan bahwa di Negara-negara Timur Tengah, seperti halnya Maroko, disana tidak ada istilah Imsak.
Sehingga umat muslim Maroko akan berhenti makan dan minum Sahur tepat saat adzan subuh dikumandangkan.
Akan tetapi, waktu Imsak memang dianjurkan untuk dilakukan demi kebaikan umat muslim sendiri
Menurut Ustadz Abdul Somad, pada zaman Nabi istilah Imsak belum ada. Imsak baru muncul saat mazhab syafi’i.
Pada waktu itu, Imsak merupakan lampu kuning yang digunakan sebagai tanda bahwa seseorang harus bersiap untuk berhenti makan Sahur.
Akan tetapi, jika seseorang baru terbangun saat waktu Imsak, maka mereka masih bisa untuk makan dan minum Sahur hingga terdengar waktu adzan subuh.
Saat adzan subuh dikumandangkan, maka aktivitas makan dan juga minum juga harus dihentikan dan mulut harus sesegera mungkin untuk dibersihkan.
Hal tersebut untuk memastikan tidak ada lagi sisa makanan yang tersisa di mulut dan bisa membatalkan Puasa Ramadhan.
Sementara secara tuntunan nabawi, konsep dari Imsak sendiri dianggap sudah ada sejak zaman nabi, walaupun tidak disebutkan langsung atau memakai istilah khusus.
Al-Bukhari, Muslim, al-Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad meriwayatkan melalui jalur Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit:
عن زيد بن ثابت رضي الله عنه قال : تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسُّحُوْرِ ؟ قَالَ قَدْرُ خَمْسِيْنَ آيَةً
Sahabat Zaid bin Tsabit ra meriwayatkan, “dahulu kami bersahur bersama Nabi saw kemudian beberapa saat beliau shalat subuh”.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.