Berita Ngada
Data BPS 3.540 Jiwa di Ngada Keluar dari Kemiskinan Ekstrem, Bupati Andreas Sebut Pentingnya 3T
pola bagaimana meningkatkan menanam dan memelihara. Menanam komoditi pertanian dan memelihara ternak
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Kerja - kerja pemerintah selama ini, lanjutnya, adalah bagaimana memanfaatkan potensi dan komoditi pertanian yang ada untuk Tuka (perut), Tuku (tabungan) dan Teka (pasar).
"Pertama untuk perut dulu. T yang pertama itu Tuka (perut). Tante Nela Paris yang pertama untuk Tuka. Yang kedua, Tuku (tabungan) untuk kemandirian pangan dan yang ketiga bagaimana kita berinvestasi untuk kedaulatan pangan," kata Bupati Andreas.
"Ini sangat berpengaruh dengan pola bagaimana meningkatkan menanam dan memelihara. Menanam komoditi pertanian dan memelihara ternak," imbuhnya.
Menurut Bupati Andreas, hal tersebut bisa berdampak pada penurunan angka kemiskinan ekstrem, sebagaimana data dari BPS Kabupaten Ngada dan bukan tidak mungkin Ngada bisa bebas dari kemiskinan ekstrem.
"Setidak - tidaknya masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan tanpa harus membeli. Nah uang yang ada bisa disimpan, bisa disisihkan untuk kebutuhan yang lain," ujarnya.
Intervensi lain yang dilakukan pemerintah terkait menurunkan angka kemiskinan ekstrem yakni bantuan rumah layak huni, juga upaya - upaya peningkatan air bersih, sektor kesehatan dan SDM. (ORC).
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Disperindang Ngada Temukan Pedagang Jual Minyak Goreng Subsidi Rp 20 Ribu per Liter |
![]() |
---|
Kisanata dan Lima Desa di Ngada dengan Prevalensi Stunting Nol Persen, Yoseph: Kami Jemput Bola |
![]() |
---|
Bupati Ngada Andreas Paru Beri Penghargaan Top 10 Penginisiasi Inovasi Daerah |
![]() |
---|
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ngada Ungkap Alasan Stadion Lebi Jaga Perlu Direnovasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.