Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 5 April 2023, Cinta di Tengah Pengkhianatan
Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Cinta di Tengah Pengkhianatan.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Cinta di Tengah Pengkhianatan.
RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari kitab Yesaya 50: 4-9a, dan bacaan Injil Matius 26: 14-25.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Rabu 5 April 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Injil hari ini secara jelas membongkar rahasia pengkhianatan Yudas Iskariot. Dia seorang murid yang dikasihi Yesus, tega menjual Gurunya. Padahal Yesus tidak pernah melukai hatinya. Tidak pernah Yesus berkurang dalam mengasihinya. Tidak pernah Yesus memarahinya.
Namun segala kebaikan Yesus ternyata tidak mengurangi niat buruk Yudas Iskariot untuk menjual Yesus. Dia ingin mendapatkan banyak uang.
Yudas dikenal sebagai murid yang masih mendua hatinya. Dia mengikuti Yesus, tetapi juga berambisi pada uang.
Sebagaimana dikatakan Yohanes, Yudas Iskariot sering mencuri uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 4 April 2023, Kedekatan Palsu?
Yesus tahu apa yang dirancang Yudas. Walaupun begitu, Ia tetap bertindak dalam suasana persaudaraan dengan para sahabat-Nya.
“Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku”.
Bersama-sama mencelupkan tangan, dalam tradisi Yahudi, mengungkapkan keakraban yang tinggi dan mendalam.
Di sini mau dikatakan bahwa cinta Yesus kepada Yudas jauh lebih besar daripada pengkhianatan yang dibuatnya.
Cinta Yesus tidak tergantung pada apa yang dibuat orang kepada-Nya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 4 April 2023, Cinta Sejati: Cinta Tanpa Syarat
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Sikap Yudas kadang masih terlihat dalam sikap banyak orang pada zaman ini. Mereka rela meninggalkan Yesus demi suatu jabatan yang menghasilkan uang, demi pasangan hidup yang dirasa lebih menjamin hidupnya, demi kenyamanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar_04.jpg)