Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 1 April 2023, Makna Penderitaan dan Kematian Yesus
Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Makna Penderitaan dan Kematian Yesus.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Makna Penderitaan dan Kematian Yesus.
RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari Kitab Nubuat Yehezkiel 37: 21-28; dan bacaan Injil Yohanes 11: 45-56.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Sabtu 1 April 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Tuhan menjanjikan keselamatan bagi bangsa Israel. Dia memberkati, menguduskan dan menjadi Allah mereka agar mereka menjadi umat-Nya yang kudus.
Karena itu, mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhala atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan dan Tuhan akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 31 Maret 2023, Hati yang Tertutup Tak Dapat Memahami Kebenaran
Di sini bangsa Israel diminta untuk meninggalkan yang salah dan dosa karena itu menajiskan hidup. Mereka diminta untuk kembali memilih dan menyembah Allah.
Karena itulah Allah mereka dan mereka menjadi umat-Nya.
Memang sering kali dalam hidup ini manusia cenderung menutup mata pada hal-hal yang benar dan menyelamatkan.
Bahkan Yesus utusan Allah oleh karena banyak mengadakan mukjizat direncanakan oleh mereka dan akhirnya bersekongkol untuk Yesus harus dibunuh.
Benar bahwa kematian Yesus sudah dinubuatkan oleh imam besar Kayafas. Tapi makna penderitaan dan kematian Yesus yang dinubuatkan oleh imam besar Kayafas berbeda dengan persekongkolan jahat orang-orang Yahudi.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 1 April 2023, Menyatukan yang Tercerai Berai
Orang-orang Yahudi menghendaki agar Yesus dibunuh hanya karena mereka takut kehilangan popularitas dari orang banyak. Karena orang banyak percaya akan pekerjaan-pekerjaan kebenaran yang dilakukan oleh Yesus.
Sedangkan makna penderitaan dan kematian Yesus yang diramalkan imam besar Kayafas adalah nilai universalitas dari penderitaan dan kematian Yesus. Yakni dengan penderitaan dan kematian Yesus justru mau mengumpulkan dan mempersatukan semua bangsa yang tercerai-berai.
Nilai universalitas dan persatuan inilah yang mesti tetap dan terus diperjuangkan oleh semua bangsa, yang tentu saja harus bermula dari setiap pribadi.
Agar kenyamanan dan kedamaian hidup bersama tetap terawat secara bijaksana.
Teks Lengkap Bacaan 1 April 2023

Bacaan Pertama Yehezkiel 37:21-28
"Aku akan menjadikan mereka satu bangsa."
Bacaan dari Kitab Nubuat Yehezkiel:
Beginilah firman Tuhan Allah, “Sungguh, Aku akan menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka.
Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu orang raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan.
Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhala, atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan, atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa.
Aku akan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala.
Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal; sungguh, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya, dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya.
Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan melipat gandakan mereka, dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.
Tempat kediaman-Ku pun akan ada pada mereka; Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur Kepada Allah.
Kidung Tanggapan Yeremia 31:10.11-12b.13
Refr. Tuhan Allah menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.
1. Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya.
2. Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.
3. Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.
Bait Pengantar Injil Yehezkiel 18:31
Refr. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Buanglah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, dan perbaharuilah hati serta rohmu.
Bacaan Injil Yohanes 11:45-56
"Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai."
Inilah Injil suci menurut Yohanes:
Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria, dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus terhadap Lazarus percaya kepada-Nya. Tetapi ada juga yang pergi kepada orang-orang Farisi, dan menceritakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.
Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul. Mereka berkata, “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mukjizat.
Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya, lalu orang-orang Roma akan datang, dan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”
Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka, “Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa.”
Hal ini dikatakan Kayafas bukan dari dirinya sendiri. Tetapi, sebagai Imam Besar pada tahun itu, ia bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk seluruh bangsa; bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di tengah orang-orang Yahudi. Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim.
Di situ Ia tinggal bersama murid-murid-Nya. Waktu itu hari raya Paskah orang Yaudi sudah dekat, dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.
Mereka mencari Yesus, dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain, “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik lainnya
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.