Semana Santa Larantuka

Manjakan Mata di Tanjung Cinta Eputobi Usai Devosi Semana Santa Larantuka

Hampir saban hari, Tanjung Cinta Eputobi dijadikan tempat melepas lelah para pelancong yang menjajal arah barat Pulau Flores menuju Larantuka.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
TANJUNG CINTA - Seorang pengunjung bernama Suzana Epivania Wanda (25) sedang menikmati keindahan alam di Tanjung Cinta Eputobi, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Jumat 24 Maret 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Salah satu tempat yang layak digandrungi peziarah maupun wisatawan Semana Santa Larantuka adalah Tanjung Cinta Eputobi di Desa Lewoingu, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur.

Destinasi dengan panorama alam otentik ini berada persis di pinggir Jalan Trans Flores, penghubung wilayah Kabupaten Flores Timur dan Sikka. Jaraknya kurang lebih 30 kilometer dari jantung Kota Reinha Rosari, julukan bagi Larantuka sebagai kota kerajaan katolik pertama dan terbesar seantero Tanah Air.

Baca juga: Ramai Pengunjung, Pelaku Usaha di Tanjung Cinta Eputobi Untung Jutaan Rupiah

Tempat ini sudah dilengkapi sejumlah warung kopi atau kedai milik warga Eputobi, sebuah kampung yang secara administrasi berada di Desa Lewoingu. Makanan dan minuman lokal Flores Timur disajikan dengan ramah oleh pelaku usaha disana.

Pengunjung hanya merogoh kocek Rp 5.000 sampai Rp 20.000 membeli jagung titi plus kopi panas, ada juga mie plus telur ceplok dan kelapa muda segar. 

Kemewahan semakin komplit saat anda menilik bentangan alam eksostis ke arah Pulau Konga dan Gunung Lewotobi. Dua gunung aktif yang berada dalam satu hamparan itu terkenal dengan metafora sepasang kekasih (suami-istri).

Baca juga: Semana Santa Larantuka, Rumah Warga di Flores Timur Dijadikan Home Stay Bagi Peziarah 

Pengunjung dibuat takjub lantaran mereka terhipnotis gurat alam yang memanjakan mata. Ada pula yang menilai tempat itu mirip wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Hawa Tanjung Cinta Eputobi cukup sejuk. Saat langit berubah merah kelabu, banyak kaum muda mengabadikan momen dengan kamera canon dan ponsel. Mereka mengambil banyak gambar berlatar gugusan perbukitan nan instagramable.

Hampir saban hari, Tanjung Cinta Eputobi dijadikan tempat melepas lelah para pelancong yang menjajal arah barat Pulau Flores menuju Larantuka.

Baca juga: Semana Santa Larantuka, Rabu Trewa Diwarnai Pukul Tiang Listrik dan Seret Seng Bikin Gaduh

Dalam bahasa daerah setempat, "Epu" berarti tempat orang berkumpul, sementara "Tobi" berarti pohon asam. Berdasarkan penuturan warga, dahulu terdapat pohon asam rindang yang dijadikan tempat berkumpul sepulang mengiris Tuak, minuman tradisonal khas orang Flores.

Menurut seorang pelaku usaha, Rafael Wadang Kumanireng (45), Tanjung Cinta Eputobi menjadi anjuran kunjungan bagi peziarah usai mengikuti devosi sakral Semana Santa.

Lokasinya dinilai strategis dan akan menjadi salah satu ikonik Flores Timur. Ia mengaku omsetnya kian bertambah hingga tembus jutaan rupiah, apa lagi Semana Santa kembali dihelat setelah tiga tahun absen akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Enam Desa Tanpa Signal di Flores Timur Nikmati Internet Akhir Tahun 2023

"Waktu Covid-19 itu kita kena imbas. Tapi sekarang mulai pulih, biasanya menjelang perayaan besar, khususnya Semana Santa ini pasti pengunjungnya semakin banyak," katanya, Jumat 24 Maret 2023.

Ia menerangkan, tempatnya sudah dilengkapi fasilitas toilet dapat menjamin pengunjung saat mengahadapi situasi privat yang tak bisa ditunda.

"Bisa mampir kapan saja, entah pergi atau pulang dari Larantuka," katanya sambil tersenyum.

Rafael punya konsep besar mengembangkan usahanya. Ia berencana membangun home stay agar pengunjung bisa menginap sembari menikmati hawa sejuk malam yang disebutnya akan membangkitkan inspirasi. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved