Berita Sabu Raijua

Cegah DBD Puskesmas Seba Sabu Raijua Harapkan Masyarakat Terapkan PSN

Menggunakan kelambu saat tidur, menaruh ikan di penampungan air dan menanam tanaman pengusir nyamuk

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/JEVON AGRIPA DUPE
RIDWAN - Ridwan N. Aminullah,A.Md.Kep, selaku Penanggung jawab DBD puskesmas Seba, 13 Maret 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Jevon Agripa Dupe

POS-KUPANG.COM, SABU RAIJUA - Cegah Demam dengue atau DBD Puskesmas Seba harapkan masyarakat terapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN.

Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Seba Cindi D.Y Lede,S.KM, melalui Ridwan N. Aminullah,A.Md.Kep, selaku Penanggung jawab DBD puskesmas Seba, Senin, 13 Maret 2023.

“Kita berharap untuk pencegahan DBD masyarakat melaksanakan PSN, yaitu sebuah gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus.

Baca juga: KONI Sabu Raijua Gelar Rapat Persiapan Atlet

Yaitu Menguras, Menguras membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampungan air lemari es dan lain-lain.

Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya dan Mendaur ulang, Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yag menularkan demam berdarah.

Plus nya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti Menaburkan bubuk larvasida (bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan yang diberikan pihak kami.

Menggunakan obat nyamuk atau Lotion anti nyamuk. Menggunakan kelambu saat tidur, menaruh ikan di penampungan air dan menanam tanaman pengusir nyamuk,” jelas Ridwan.

Ridwan juga menerangkan bahwa pihaknya akan melaksanakan upaya baik berupa Foging di sekitar perumahan masyarakat jika terdapat temuan penyakit DBD.

”Langkah-langkah penanggulanganan dari Puskesmas Seba yang pertama diidentifikasi kasusnya," ujarnya.

Apabila secara pemeriksaan Fisik dan pemeriksaan penunjang dikatakan positif DBD, maka akan kita berikan penanggulanganan pengobatan lalu di berikan Penyelidikan Epidemiologi (PE).

Baca juga: Harga Beras Premium di Sabu Raijua Berkisar Rp 13 Ribu Sampai Rp 14 Ribu Per Kilogram

Kegiatan PE DBD ini bertujuan untuk mengetahui potensi penularan dan penyebaran DBD lebih lanjut serta tindakan penanggulangan yang perlu dilakukan di wilayah sekitar tempat tinggal penderita,” ungkap Ridwan.

Yuvaldi Djadi, salah satu masyarakat membenarkan bahwa pihak Puskesmas sering melaksanakan Foging apabila ada temuan DBD.

”Yang obat taruh di bak, dengan asap yang mereka masuk dari rumah-rumah pas musim malaria itu, Ya Kaka mereka biasa buat, biasanya dong akan kasih tahu kalo ada yang malaria untuk kasi bersih bak dengan kuras tempat yang ada air begitu kaka,”ungkap Yuvaldi.(cr22)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved