Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 11 Maret 2023, Bangkit dan Pergi
Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder PIo Hayon SVD dengan judul Bangkit dan Pergi.
Anak bungsu: statusnya anak laki-laki bungsu. Karena status laki-laki, maka juga punya hak atas ahli waris.
Dia meminta bagiannya dan menjual semua warisannya lalu pergi meninggalkan bapa dan saudararnya di negeri yang jauh.
Dia memboroskan harta miliknya itu dan hidup berfoya-foya.
Setelah hartanya habis, timbul kelaparan dan dia mulai melarat. Dia bekerja dan menjaga babi-babi di ladang majikan tempat dia bekerja.
Dia ingin makan ampas yang menjadi makanan babi, tapi tak seorang pun memberikannya.
Lalu dia “menyadari keadaanya”. Dia lalu membandingkan kehidupan bapaknya dan tempat dia bekerja sekarang.
Lalu dia berkata, “Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata: 'Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa, jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa'.”
Maka “bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya”.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 9 Maret 2023, Lazarus: Allah Telah Menolong
Di sisi lain, saudara sulung ada di rumah Bapa dan tinggal bersama-sama dengan Bapa (kenyamanan, semua kepunyaan bapaknya adalah miliknya juga karena dia sebagai pewaris).
Ketika adiknya pulang dia sedang bekerja di ladang. Ketika tahu bahwa Bapaknya mengadakan pesta karena adiknya telah kembali, maka “marahlah anak sulung itu dan tidak mau masuk rumah”.
Ia menjawab Bapaknya, “Tetap baru saja anak Bapa yang telah memboroskan harta kekayaan Bapa" bersama-sama dengan “pelacur-pelacur” (sebuah tambahan dari anak sulungnya karena menghakimi saudaranya).
Bapa itu menjawab anak sulung, “Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapati kembali.”
Anak Bungsu itu mengalami sebuah gerakan pembaruan yang dipuji oleh Bapaknya, “Bangkit dan pergi” kepada Bapa dan menyatakan “dosanya”.
Sebuah pembaruan akan terjadi kalau ada sebuah gerakan bangkit dan pergi untuk secara rendah hati mengakui kesalahan dan dosa.
Kecenderungan kita adalah merasa nyaman dengan kehidupan harian kita yang dianggap religius, tapi lalu masih bersikap marah bahkan menghakimi orang lain.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.