Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 10 Maret 2023, Iri Hati, Sumber Tindakan Jahat
Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Iri Hati, Sumber Tindakan Jahat.
Kisah Yusuf yang dicintai Israel ternyata membawa iri hati pada saudara-saudaranya.
Iri hati menjadi sumber tindakan yang jahat, karena tidak dapat menerima nasib baik sesamanya. Yesus pun mengalami nasib yang sama, yang pada akhirnya membawaNya pada penganiayaan dan pembunuhanNya di salib.
Perumpamaan tentang penggarap kebun anggur mengingatkan kita bahwa kita pun sering menolak Allah, meskipun kita tahu Ia adalah Pemilik hidup kita.
Kita memilih ikut pikiran dan kehendak kita sendiri. Kehendak pribadi tidak selalu membawa pada kebenaran, justru jika hanya itu, kita bisa terjebak pada tindakan yang merugikan orang lain.
Kontemplasi
Allah mempercayakan suatu pekerjaan kepada tiap-tiap orang agar berbuah banyak. Kita mestinya mensyukuri pekerjaan dari Allah, apapun bentuknya: sebagai imam, biarawan/biaawati, bapa dan ibu Rumah Tangga, bila tidak bertanggung jawab, rahmat Allah bisa pindah kepada orang lain karena iri hati, kedegilan dan kesombongan diri kita sendiri.
Doa
Allah Bapa kami Yang Mahamulia, Engkau melimpahkan kepada kami kasih yang sangat besar. Bantulah kami agar sepanjang hari ini mampu membangun semangat persaudaraan dan kekeluargaan seorang akan yang lain. Tolonglah kami untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan jahat apalagi mempunyai rencana menjadi pembunuh sesama. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Jumat. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Teks Lengkap Bacaan Jumat 10 Maret 2023

Bacaan Pertama Kejadian 37:3-4.12-13a.17b-28
"Lihat, tukang mimpi datang, marilah kita bunuh dia."
Bacaan dari Kitab Kejadian:
Israel lebih mengasihi Yusuf daripada semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itu anak yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya bahwa ayah mereka lebih mengasihi Yusuf daripada semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepada Yusuf, dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.