Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 8 Maret 2023, Tidaklah Demikian di Antara Kamu
Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Tidaklah Demikian di Antara Kamu.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.
Kisah nabi Yeremia dan Yesus sebagai orang-orang yang berbicara atas nama Tuhan selalu mendapat tantangan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Tantangan terbesar sebenarnya langsung dengan para tokoh agama itu sendiri.
Dalam konteks nabi Yeremia, orang-orang yang melawan dia adalah orang-orang yang berkedudukan dalam negara dan agama.
Teknik yang mereka lakukan adalah dengan menggunakan perkataannya sendiri. Setiap pengajaran dan firman yang disampaikan oleh Yeremia lalu dianggap sebagai melawan negara dan agama.
Hal yang sama dibuat oleh para pemuka agama dan ahli taurat yang menyerang Yesus menggunakan perkataanNya sendiri seperti menghina para pemuka agama dan negara, maka dengan sendirinya Yesus dianggap membuat kesalahan atau dalam bahasa mereka “menghujat Allah”.
Mereka lalu menggunakan ini untuk berbalik melawan para Nabi termasuk melawan Yesus sendiri.
Dan menjadi menarik dalam kisah injil hari ini bahwa ketika Yesus memberitahukan tentang perjalananNya ke Yerusalem untuk menderita, reaksinya sangat berbeda oleh ibu anak-anak Zebedeus itu.
Kalau Yesus sudah pergi, maka akan ada kegoncangan dalam diri para muridNya.
Maka Ibu anak-anak Zebedeus pun membuat pertimbangan untuk meminta Yesus menempatkan anak-anaknya di sebelah kiri dan kanan saat Yesus ada dalam kemuliaanNya.
Permintaan ini lalu menjadi konflik dan pertikaian di antara para muridNya.
Pertikaian itulah yang membuat Yesus lalu meminta kepada mereka, “Kamu tahu bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan dengan kekerasan. Tidaklah demikian di antara kamu.”
Yesus sejak awal mengingatkan para muridNya dan kita agar tetap bersatu dan tidak membuat perpecahan di dalam kelompok.
Karena seperti biasanya, dalam hidup bermasyarakat, orang selalu berperang bahkan perang antara saudara hanya karena kekuasaan.
Yesus ingatkan, jika ingin menjadi besar, hendaklah ia menjadi pelayan seperti Anak Manusia, “Ia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani dan menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.