Jumat, 5 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 8 Maret 2023, Spiritualitas Hamba

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari Kitab Yeremia 18:18-20, dan bacaan Injil Matius 20: 17 - 28.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Rabu 8 Maret 2023 dengan judul Spiritualitas Hamba. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Spiritualitas Hamba.

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari Kitab Yeremia 18:18-20, dan bacaan Injil Matius 20: 17 - 28.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Rabu 8 Maret 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Ada peribahasa, “Air susu dibalas dengan air tuba”. Kebaikan dibalas dengan kejahatan. Orang sudah melakukan kebaikan dan membela seseorang, tetapi ia malah dibalas dengan kejahatan.

Kata-kata ini tepat sebagaimana dialami nabi Yeremia.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 7 Maret 2023, Belajarlah Berbuat Baik dan Usahakanlah Keadilan

Bacaan pertama hari ini, Yeremia mengeluh di dalam doa, betapa ia telah membela perkara-perkara orang Israel di hadapan Allah, tetapi justru orang-orang Israel merencanakan yang jahat padanya.

Yeremia sudah bersusah payah dengan hidupnya bagi pewartaan Sabda Tuhan dan mengajak agar orang Israel bertobat.

Tetapi pewartaannya hanya didengarkan oleh bangsa Israel dengan telinga kiri dan kemudian keluar di telinga kanan.

Yeremia menderita sebagai konsekuensi dari tugas dan komitmen kenabiannya.

Yeremia mengadu kepada Tuhan atas konspirasi buruk dari orang-orang yang menolak dan membenci pewartaannya.

Yesus pun kurang lebih mengalami nasib yang sama. Ia pergi ke Yerusalem dan akan diserahkan kepada pemimpin-pemimpin agama Yahudi untuk dijatuhi hukuman mati.

Sekalipun ada rencana jahat orang-orang yang menolak dan membenci ajaran-ajaranNya, Yesus telah berketetapan hati untuk pergi ke Yerusalem.

Pewartaan Yesus tidak didengarkan oleh bangsa Yahudi. Bahkan para murid orang dekatNya, tidak bisa menangkap inti pewartaanNya.

Yesus menyatakan jalan Tuhan penuh dengan salib, namun para murid malah bersaing untuk bisa hidup enak, mulia
dan memerintah.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 6 Maret 2023. Tuhan Tetap Sayang Kita

Yesus mengajak mereka untuk saling melayani, tetapi para murid malah pingin untuk dilayani.

Kedua anak Zebedeus, Yakobus dan Yohanes meminta jatah supaya menduduki jabatan penting dalam Kerajaan Surga.

Mereka memahami bahwa Yesus berangkat ke Yerusalem untuk merebut kekuasaan politik dari penjajah bangsa Romawi.

Apa yang diminta oleh Yakobus dan yohanes mewakili pola pikir dan ambisi murid-murid serta kebanyakan orang lain pada waktu itu.

Mereka menghendaki agar seorang Mesias akan merebut kekuasaan dari penjajah asing dan memimpin bangsa Israel dalam Kerajaan yang baru.

Terhadap kedudukan dan jabatan, Yesus menampilkan spiritualitas hamba (ayat 26-27).

Mempunyai jabatan berarti siap untuk menjadi pelayan. Konkretnya, menjabat berarti melayani.

Melayani artinya siap untuk berkorban dan tanpa mengharapkan imbalan apa-apa. Pelayan itu menuntut pengabdian yang total sekalipun nyawa menjadi taruhannya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 8 Maret 2023, Tidaklah Demikian di Antara Kamu

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Mentalitas kita pada masa kini masih tetap mengikuti mentalitas para murid di atas.

Orang menjadi pejabat berarti ia harus dilayani. Seorang pemimpin bukannya melayani malah minta dilayani.

Tidak jarang, para pemimpin banyak yang jatuh ke mentalitas dilayani dan karenanya, melakukan manipulasi dan intimidasi.

“Pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka, namun tidaklah demikian untuk kamu. Kamu harus menjadi pelayan dan hamba: mengabdi
Tuhan dan sesama dengan tulus iklas.

Kontemplasi

Bagaimana sikap dan reaksi anda ketika seseorang mengoreksi cara pandang dan tindakan yang keliru serta ambisi-ambisi pribadi?

Bagaimana anda menghayati model pelayanan Yesus yang rendah hati dan pantang kekerasan dalam hidup sehari-hari entah di dalam keluarga, Gereja dan lingkungan kerja Anda.

Doa

Ya Allah Bapa kami Yang Mahabaik, kami bersyukur atas HambaMu yang telah rela menderita dan rela menyatu dalam hidup kami sepenuhnya. Semoga kami mengimani sabdaNya dan menjadi pelayanMu, muridMu yang setia. Demi Kristus Tuhan. Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Rabu. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Teks Lengkap Bacaan Rabu 8 Maret 2023

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Rabu 8 Maret 2023.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Rabu 8 Maret 2023. (Tokopedia)

Bacaan Pertama: Yeremia 18:18-20

"Persekongkolan melawan Nabi Yeremia."

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Para lawan Nabi Yeremia berkata, “Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman.

Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!” “Perhatikanlah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah suara pengaduanku! Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan?

Mereka telah menggali lubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri di hadapan-Mu, dan telah berbicara membela mereka, supaya amarah-Mu disurutkan dari mereka.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 31:5-6.14.15-16

Refr. Selamatkanlah aku, ya Tuhan, oleh kasih setia-Mu!

1. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.

2. Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, menghantuiku dari segala penjuru; mereka bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.

3. Tetapi aku, kepada-Mu ya Tuhan, aku percaya, aku berkata, "Engkaulah Allahku!" Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku!

Bait Pengantar Injil Yohanes 8:12b

Refr. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Akulah terang dunia, sabda Tuhan, barangsiapa mengikuti Aku ia akan mempunyai terang hidup.

Bacaan Injil: Matius 20:17-28

"Yesus akan dijatuhi hukuman mati."

Inilah Injil suci menurut Matius:

Pada waktu Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.

Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olok, disesah dan disalibkan, tetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus beserta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus, “Apa yang kau kehendaki?”

Jawab ibu itu, “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu, dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”

Tetapi Yesus menjawab, “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya, “Kami dapat.”

Yesus berkata kepada mereka, “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya.

Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.

Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, “Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.

Tidaklah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.

Sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved