Pilpres 2024
Anies Baswedan-AHY Nyanyi Bareng Usai Demokrat Deklarasi Capres
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan bakal calon presiden (capres) poros Koalisi Perubahan Anies Baswedan bernyanyi bersama.
Dia menuturkan jika pertemuan pimpinan Majelis Tinggi Partai berlangsung kurang lebih 5 jam. AHY menegaskan keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat mendukung Anies sudah berkekuatan hukum berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.
"Kemudian saya juga ingin menyampaikan bahwa ini juga sekaligus menguatkan atau sebagai ketetapan hukum ketika ada yang bertanya, 'sebetulnya Demokrat bagaimana?'," ujarnya.
Dia mengingatkan bahwa pernyataannya soal dukungan ke Anies sebagai capres pada 26 Januari 2023 lalu sudah resmi. "Tentu juga dengan dalam satu paket itu kami menyerahkan kepada beliau untuk bisa menentukan pasangannya," ungkapnya.
Lebih lanjut, AHY meyakini keinginan untuk perubahan dan perbaikan semakin besar dalam Pemilu 2024. "Ini bukan hanya dugaan atau asumsi belaka tetapi juga berdasarkan aspirasi dan suara lantang masyarakat kita di berbagai penjuru Tanah Air," imbuhnya.
Figur Kuat
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali berbicara soal bakal calon wakil presiden (cawapres) yang mendampingi Anies Baswedan harus figur yang kuat di pulau Jawa.
Awalnya, Ahmad Ali mengungkapkan bahwa bakal cawapres yang mendampingi Anies Baswedan harus figur yang bisa melengkapi kelemahannya.
"Kita kan harus membedah dulu posisi kekuatan dan kelemahan mas Anies dimana sehingga kita tahu dimana dan apa yang menjadi kebutuhannya," ujar Ali.
Ahmad Ali mengatakan figur ideal yang layak untuk mendampingi Anies bukan hanya mampu di bidang pemerintahan, akan tetapi tapi juga ideal untuk kemenangan di Pilpres 2024.
Dia menuturkan elektoral Anies Baswedan terbilang kuat di pulau Sumatera. Namun, Eks Gubernur DKI Jakarta itu masih lemah di pulau Jawa.
Baca juga: Surya Paloh Nilai AHY Pantas Jadi Cawapres Anies Baswedan
"Oh Anies ini kuatnya di Sumatera, di pulau Jawa, Jawa Tengah Jawa Timur masih lemah. Kenapa dia lemah? A B C D. Kemudian untuk bisa mencari itu kita harus masuk Jawa Timur, harus masuk di Jawa Timur umpamanya, oh Khofifah contoh. Oh Nahdlatul Ulama," ungkap Ali.
Karena itu, Ali menuturkan koalisi perubahan bakal menentukan bakal cawapres Anies Baswedan secara objektif dengan memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
"Jadi nanti kriteria yang disepakat A B C D E F. Mungkin tidak semua, tapi ada substantif hal yang harus terpenuhi begitu kan. Sehingga nanti tidak ada subjektifitasnya, NasDem tidak ngotot si A, Demokrat tidak ngotot si A, PKS tidak ngotot si A," jelasnya.
Sebaliknya, kata Ali, kriteria itu nantinya bakal menjadi panduan Anies Baswedan untuk dapat menentukan cawapres yang layak menjadi pendampingnya.
"Karena mandat diberikan kepada mas Anies sendiri silakan cari wakilmu nih ya kan. Tidak boleh main mata. Pokoknya nah supaya ada objektifitas dan Anies tidak dianggap main mata umpamanya dengan partai lain jadi ini rambu rambu dan kriteria yang dicari," ujarnya. (tribun network/fer/igm/mam/wly)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.